Senin, 23 November 2009 13:35 WIB News Share :

Informasi anak buah tak valid soal Nurcholis Madjid, Kapolri minta maaf

Jakarta–Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri meminta maaf kepada keluarga Nurcholish Madjid karena salah mengaitkan nama Cak Nur dalam kasus Chandra M Hamzah. Kesalahan itu diduga Kapolri mendapatkan informasi tidak akurat dari anak buahnya. Sanksi harus dijatuhkan.

“Ini artinya informasi dari anak buah mentah, kalau perorangan harus ditegur itu,” kata pengamat Kepolisian Bambang Widodo Umar, Senin (23/11).

Bambang memuji sikap Kapolri yang mengakui kesalahannya. Namun, sikap itu belum cukup jika tidak diikuti upaya pembenahan ke dalam internal Polri.

“Kalau permintaan secara jujur itu baik, artinya mengakui bahwa ucapan didasari yang bukti yang lemah. Akan lebih baik Kapolri juga menelaah atau mengkaji ke dalam apakah sudah benar bukti dan dugaannya. Pasti Pak Kapolri mendapat informasi dari second line baik melalui Bareskrim atau Intel,” jelas Bambang.

Menurut dosen PTIK ini, Kapolri harus menelaah apakah kesalahan informasi yang didapat selama ini berasal dari perorangan atau masalah koordinasi. “Kalau perorangan harus ditegur jangan sampai informasi yang diberikan lain waktu mentah dan tidak akurat, atau jika memang ada masalah koordinasi yang tidak optimal polisi harus benahi,” tandasnya.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….