Senin, 23 November 2009 18:14 WIB Sport Share :

Henry pertimbangkan mundur setelah insiden handball

Paris–Thierry Henry mempertimbangkan untuk mengakhiri karirnya di tim Prancis setelah kasus “handball” pada pertandingan playoff Piala Dunia melawan Irlandia pekan lalu.

“Ya,” kata kapten tim nasional Prancis itu seperti dikutip harian olahraga L’Equipe, Senin, ketika ditanya apakah ada terlintas keinginan untuk mengundurkan diri karena kasus itu.

“Jumat, saat semuanya menjadi terlalu jauh, saya sangat gusar,” katanya.

Henry menjadi sorotan sejak menggunakan tangannya untuk mengontrol bola sebelum memberi umpan yang menghasilkan gol saat Prancis bermain imbang 1-1 melawan Irlandia, sehingga menang agregat 2-1 dan lolos ke putaran final Piala Dunia 2010.

“Bukan pertama kali ini (saya berpikir untuk mundur)” kata Henry.

“Setelah Piala Dunia 2006, saya sudah mempertimbangkan hal itu, tapi terlalu dini. Setelah Euro 2008 juga, tapi itu bukan saat yang tepat. Masih ada satu generasi yang memerlukan saya,” ujarnya.

“Meski segalanya terjadi begitu saja dan faktanya saya merasa menyesal, saya tidak ingin membiarkan negara saya jatuh,” katanya.

Henry, yang menyatakan bahwa tanding ulang sebagai solusi yang paling adil, menyatakan menyesal dengan caranya meraih kemenangan.

“Saya seharusnya tidak melakukan itu, tapi sejujurnya, itu di luar kontrol,” tambahnya.

Henry, 32, yang total sudah mencetak 51 gol dari 117 penampilannya di tim nasional, menyalahkan federasi sepak bola Prancis yang kurang mendukung.

“Seusai pertandingan, dan sehari setelah itu, saya merasa sendirian dan kesepian,” katanya.

“Baru setelah saya membuat pernyataan, ada orang dari federasi yang menghubungi saya,” kata pemain klub Barcelona itu.
Ant/tya

lowongan kerja
lowongan kerja SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Membumikan Politik Profetik

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Senin (17/7/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id.  Solopos.com, SOLO–Saya tidak bermaksud berutopia bila dalam esai ini mewacanakan kembali politik profetik. Dalam ranah wacana, politik profetik…