Senin, 23 November 2009 16:25 WIB Ekonomi Share :

Emas dan minyak kompak melonjak

Hong Kong/Singapura–Harga emas dan minyak mentah dunia kembali melonjak. Harga emas mengukir level tertingginya kembali seiring melemahnya dolar AS.

Pada perdagangan Senin (23/11) di Hong Kong, harga emas melonjak ke US$ 1.164,85 per ounce. Harga itu lebih tinggi dari penutupan akhir pekan lalu sebesar US$ 1.145-1.146 per ounce.

“Kita menutup hari Jumat pada harga yang tinggi, sehingga hal itu memicu aksi beli pagi ini. Orang-orang mulai berbicara tentang eksposure emas jangka panjang sebagai tempat lindung investasi,” ujar Anderson Cheung, Direktur dari Mitsui Bussan seperti dikutip dari AFP.

Harga emas dunia tercatat melonjak hingga 11,5% setelah Bank Sentral India membeli 200 ton emas milik IMF senilai US$ 6,7 miliar.

“Kita mungkin akan melihat sedikit profit taking pada awal perdagangan di bursa London, namun trend penguatan yang sesungguhnya telah terbentuk. Sangat mudah untuk menekan harga naik saat ini. Sentimen di pasar emas telah berubah sejak IMF menjual emasnya ke Bank Sentral India,” ujar Wallace Ng, pialang emas Fortis.

Sementara harga minyak dunia kembali menanjak ke level US% 78 per barel akibat melemahnya dolar AS.

Di pasar Singapura, kontrak utama minyak light sweet pengiriman Januari naik 94 sen menjadi US$ 78,41 per barel. Minyak Brent juga naik 98 sen menjadi US$ 78,18 per barel.

“Kita telah melihat dolar AS melemah atas euro dan investor terus melihat minyak pada titik terendahnya sebagai sebuah peluang beli,” ujar Victor Shum, analis dari konsultan energi Purvin and Gertz.

 

dtc/tya

lowongan pekerjaan
Fila Djaya Plasindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…