Senin, 23 November 2009 16:12 WIB News Share :

Dua sapi di Bali positif terjangkit rabies

Denpasar–Dua ekor sapi di Bali telah terserang rabies. Dua sapi yang telah terjangkit virus rabies tersebut berada di Kabupaten Tabanan dan di Desa Ungasan Kabupaten  Badung, Bali.

Demikian disampaikan ahli Virus Universitas Udayana, Prof Dr I Gusti Ngurah Mahardika di Denpasar, Senin (23/11) di sela acara dengar pendapat dengan DPRD Bali.

Ia mengatakan, sapi yang tertular rabies tersebut diketahui setelah ada laporan dari warga, bahwa sapinya mati dengan ciri-ciri seperti tertular rabies. Pihaknya mengetahui setelah mengambil sampel daging dan menelitinya di laboratorium, ternyata positif kena rabies.

Ia mengatakan, temuan sapi yang tertular rabies itu sudah sekitar sebulan lalu, namun baru dipublikasikan pada pekan ini. Hal tersebut untuk mendapatkan data yang lebih lengkap.

Namun demikian, kata dia, masyarakat yang mengkonsumsi daging sapi tidak perlu khawatir, sebab daging tersebut tidak akan menular virus bila sudah di masak secara benar, antara lain dengan merebus pada air panas mendidih.

“Meski mengkhawatirkan selama ini wabah rabies di Pulau Bali sudah sampai ke ternak sapi, tetapi tidak perlu ragu mengkonsumsi daging tersebut bila sudah dimasak secara benar,” ujarnya.

Mahardika mengatakan, virus rabies pada umumnya melalui perantaraan gigitan oleh satwa anjing, kera, babi maupun kambing yang sudah terjangkit rabies itu.

“Yang perlu diperhatikan dalam memotong hewan, seperti sapi adalah menjaga kebersihan dan harus memakai alat pengaman (slop) tangan, sebab virus rabies bisa menular jika pada tangan terluka,” ujarnya.

Menyinggung penanganan rabies di Bali, dia mengharapkan pemerintah serius menangani permasalahan tersebut, sebab penyebaran rabies tersebut sangat cepat.

“Awalnya yang terjangkit rabies ada di wilayah selatan Kabupaten Badung. Tetapi dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir sudah  menyebar ke Kabupaten Tabanan, Kota Denpasar, Gianyar, Buleleng dan Kabupaten Karangasem,” katanya.

Dikatakan, untuk memutus rantai penyebaran rabies di Bali selain melakukan vaksin terhadap anjing-anjing  tersebut adalah melakukan eliminasi terhadap anjing tanpa pemilik itu.

“Tindakan eliminasi terhadap anjing-anjing liar harus dilakukan, sedangkan anjing yang dipelihara juga harus di vaksin oleh pemiliknya serta mengkandangkan,” ujar Prof Mahardika, menegaskan.

ant/isw

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…