Minggu, 22 November 2009 14:49 WIB News Share :

Wewenang Polri terlalu banyak, harus dibenahi

Jakarta–Presiden SBY akan menyikapi rekomendasi Tim 8 pada Senin 23 November. Berkaca pada isi rekomendasi itu, SBY harus melakukan perubahan di tubuh Polri.

“SBY harus perintahkan reposisi fungsionarisasi di tubuh kepolisian dan membenahi kaderisasi kepemimpinan,” ujar pengamat kepolisian, Bambang Widodo Umar, dalam diskusi di kantor ICW, Jl Kalibata, Jaksel, Minggu (22/11).

Bambang menjelaskan, selama ini polisi terlalu banyak tugas dan kewenangan. Dia mencatat ada 5 fungsi yang dimiliki korps baju coklat, yakni sebagai penegak hukum, kantibmas, pelayanan masyarakat, pengayom, dan pelindung.

“Pelayanan, pengayom, dan pelindung tidak jelas. Seringkali digunakan untuk berlindung di balik kebenaran politik. Polri itu fungsinya sebaiknya untuk penegakan hukum dan kantibmas saja,” saran Bambang.

Bila memang kelima fungsi itu semua disatukan, sebaiknya polisi berada di bawah salah satu departemen saja, misalnya Depkum HAM.

“Lagi pula selama ini polisi alat negara,” terang pensiunan polisi berpangkat Kombes atau setingkat kolonel ini.

 

dtc/tya

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama Rakyat Awasi Pemilu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (05/01/2018). Esai ini karya Ahmad Halim, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara. Alamat e-mail penulis adalah ah181084@gmail.com Solopos.com, SOLO–Pemberlakuan UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum (gabungan UU No. 8/2012, UU…