Minggu, 22 November 2009 18:07 WIB Karanganyar Share :

Transaksi sepi, pengusaha tanaman hias di Karangpandan mengeluh

Karanganyar (Espos)–Penjual tanaman hias di kompleks Sub Terminal Agribisnis (STA) Karangpandan, Karanganyar, mengeluhkan sepinya transaksi jual beli produk-produk tanaman hias dan produk penunjang selama beberapa waktu terakhir pascabooming anthurium.

Meski mengaku tak mengetahui secara pasti penyebab lesunya bisnis tanaman hias sekitar dua sampai tiga tahun terakhir, mereka menyinyalir hal itu tak lepas dari situasi ekonomi yang sedang sulit. Dikemukakan, sepinya transaksi tak hanya menurunkan omset penjualan, melainkan pula berdampak pada harga komoditas dimaksud menjadi jatuh dan merosot signifikan.

Pengurus Paguyuban Penjual Tanaman Hias Kabupaten Karanganyar, Totok, menyebutkan situasi yang kini dialami komunitasnya membuat sebagian dari para anggota mencari kesibukan lain atau bahkan beralih profesi. Hal itu mengingat bisnis tanaman hias yang ditekuni mereka sejak lama tak menunjukkan perkembangan yang menggembirakan, bahkan cenderung semakin sepi.

“Yang dulu mendapat keuntungan besar saat booming anthurium umumnya mencari kegiatan dan usaha lain yang lebih menjanjikan. Tetapi kalau tak punya banyak pilihan seperti saya, ya harus bersabar dan menunggu situasinya membaik,” ungkapnya ditemui Espos di sela-sela kesibukannya menjaga kios tanaman hias miliknya di kompleks STA Karangpandan, Minggu (22/11).

Menurut penuturan Totok, harga anthurium jenmanii yang dulu mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah saat ini merosot sangat tajam. Dia mencontohkan, ketika masih booming ada salah satu tanaman hias miliknya dari jenis yang sama ditawar dengan harga Rp 750 juta. “Tetapi belum lama ini ada pembeli hanya menawar dengan Rp 1 juta saja dan tak mau lebih tinggi,” paparnya.
try

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…