Ilustrasi (Dok/JIBI/Bisnis)
Minggu, 22 November 2009 15:44 WIB News Share :

Keluarga Cak Nur menerima permintaan maaf Kapolri

Jakarta–Kapolri Jenderal BHD meminta maaf kepada keluarga Nurcholish Madjid karena telah mengaitkan nama  Nurcholish dengan kasus pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi nonaktif Chandra M Hamzah. Pihak keluarga menyambut baik permohonan maaf Kapolri tersebut.

“Keluarga dapat menerima pernyataan Kapolri dan juga menerima permintaan maafnya,” ujar pengurus Nurcholish Madjid Society, Yudi Latief, dalam jumpa pers di Yayasan Paramadina, Pondok Indah, Jakarta, Minggu (22 /11). Hadir dalam jumpa pers itu istri Cak Nur (alm), Omi Komariyah.

Yudi mengatakan permintaan Kapolri disampaikan langsung dengan berkunjung ke kediaman keluarga Nurcholis, Jumat malam 20 November 2009. Dalam kesempatan itu Kapolri mejelaskan tentang pernyataan yang menyangkut keluarga Nurcholish Madjid, meminta maaf atas kesalahan pengaitan keluarga dengan masalah yang ditangani dan ketidaknyamanan yang timbul akibat peryataan itu.

“Kapolri menekankan bahwa sama sekali tidak bermaksud untuk menyinggung harkat dan martabat. Juga kehormatan Cak Nur dan seluruh keluarga besarnya,” imbuhnya.

Dengan demikian, menurut Yudi, masalah yang timbul akibat pernyataan Kapolri yang menyangkut keluarga Cak Nur dianggap selesai.

”Keluarga menyampaikan penghargaan dan terimakasih kepada semua pihak yang turut menyatakan simpati dan memberikan dukungan,” kata Yudi.

Dalam Raker dengan Komisi III DPR, Kamis hingga Jumat dini hari (5-6/11), Kapolri mencurigai KPK tidak menindaklanjuti temuan bukti aliran dana ke mantan Menhut MS Kaban dari PT Masaro Radiokom. Salah satu dugaan Kapolri, karena Wakil Ketua Pimpinan KPK Chandra M Hamzah punya kedekatan dengan MS Kaban. Kedekatan ini terkait keberadaan Cak Nur.

Memang, dalam raker itu Kapolri menyebut inisial-inisial MK, CMH, dan N. Kapolri menyebut MK sebagai pimpinan sebuah departemen yang kini tak menjabat lagi. CMH sebagai pimpinan KPK, dan N merupakan bapak dan tokoh yang sangat dihormati.

Inisial MK dibuka oleh anggota FDIP Gayus Lumbuun. Sedangkan CMH sudah diketahui bahwa itu inisial Chandra. Lantas N? Informasi yang beredar N merupakan inisial Nurcholish Madjid alias Cak Nur.

Bagaimana Kapolri mengaitkan hubungan Chandra, MS Kaban, dan Cak Nur? Informasi yang didapatkan detikcom, Kapolri menduga Chandra memiliki utang jasa terhadap Kaban, karena diperkenalkan dengan Nadia Madjid, putri Cak Nur. Lewat Kaban, akhirnya Chandra pun menikahi Nadia pada 1994 silam, meski akhirnya kedua pasangan ini bercerai. Dengan cerita inilah, Kapolri menduga Chandra tidak memproses kasus Kaban itu.
dtc/tya

lowongan kerja
lowongan kerja SMK MUHAMMADIYAH 1 SURAKARTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

senin 5 juni

Kolom

GAGASAN
Meneguhkan Pancasila

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Sabtu (3/6/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah yang kini menjabat Rektor Institut Agama Islam Negeri Surakarta Solopos.com, SOLO — Pancasila sedang dikaji kembali makna dan efektivitasnya sebagai dasar negara. Sebagai ideologi, hidup mati Pancasila sangat bergantung…