Minggu, 22 November 2009 18:03 WIB News Share :

Jumlah penumpang dan korban Kapal Dumai Ekspres selamat masih simpang siur

Pekanbaru–Simpang siur. Begitulah yang lazim terjadi setiap kali insiden transportasi melanda di negeri ini. Ketidakjelasan data juga terungkap dalam kecelakaan karamnya kapal Dumai Ekspres 10 di perairan Kepri.

Dirjen Perhubungan Laut Dephub Sunaryo menyatakan, kapal tersebut  tenggelam di sekitar Selat Durian atau di daerah Hiu Kecil. Berapa jumlah korban belum bisa dipastikan.

“Data untuk penumpang masih simpang siur. Data terakhir yang kita terima dari Bupati Tanjung Balai Karimun saat ini di rumahnya Pak Bupati ada penumpang yang selamat 292 orang. Tapi dari laporan yang berada di lapangan, diperkirakan penumpang selamat 202,” ujar Sunaryo dalam jumpa pers di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu (22/11) pukul 16.00 WIB.

Sunaryo menyatakan, kapasitas kapal mencapai 273 penumpang. Manifes terakhir yang diterima menunjukkan jumlah penumpang ada 213 orang.

“Sampai kini kita masih teliti terus. Datanya masih simpang siur, kita belum bisa memastikan (jumlah korban). Tapi itu yang kita dapat saat ini,” ujar Sunaryo.

Terkait penyebab kecelakaan itu, Sunaryo juga masih mengkaji. “Kita masih menyelidiki apakah ini karena kelalaian nahkoda atau syahbandar, sudah tahu cuaca buruk dari pemberitahuan dari BMKG tapi masih berangkat. Ataukah ketika berangkat, cuaca baik di tengah jalan berubah buruk,” bebernya.

Yang jelas, saat ini pemerintah fokus pada upaya pencarian. “Tim SAR sedang berusaha di sana. Tetapi memang kondisi cuaca buruk turut menghambat,” ujar Sunaryo.

dtc/tya

lowongan kerja
lowongan kerja CREATIVE DESAIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

senin 5 juni

Kolom

GAGASAN
Etika dan Hukum di Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/6/2017), Agus Riewanto, pengajar Fakultas Hukum UNS Solopos.com, SOLO–Baru saja kita melihat fenomena tindakan persekusi, yakni tindakan pemburuan secara sewenang-wenang terhadap seseorang atau sejumlah warga kemudian disakiti atau diintimidasi dan dianiaya karena mengekspresikan…