Minggu, 22 November 2009 13:42 WIB News Share :

Dua tewas tertimbun longsor di Tulungagung

Tulungagung–Dua warga Desa Penampihan, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, tewas tertimbun tanah longsor usai hujan deras mengguyur daerah tersebut.

Dua warga dalam satu keluarga itu adalah Minem,49, dan Widia,17. Seorang ibu rumah tangga dan anak kandungnya tersebut tidak dapat menyelamatkan diri saat musibah terjadi, Sabtu (21/11) malam.

“Mereka tidak sempat menyelamatkan diri saat musibah itu terjadi begitu cepat,” kata Santoso, salah seorang keluarga korban, di Tulungagung, Minggu. Menurut dia, kejadian berlangsung setelah hujan turun sangat deras di daerah tersebut.

Cukup beruntung, kata dia, Wagini,55, yang merupakan suami Minem, masih bisa menyelamatkan diri, meski rumahnya telah tertimbun material longsoran setebal kurang lebih dua meter.    Selain menimpa rumah Wagini, bencana tanah longsor itu juga mengancam puluhan rumah warga yang lain, yang lokasinya berada di bagian bawah perbukitan.

Hingga kini, warga masih berupaya untuk membersihkan jalan yang juga tertutup dengan material lumpur, dengan menggunakan peralatan seadanya. Bahkan, hingga kini juga belum terlihat upaya bantuan dari pemerintah setempat.

Santoso menyebutkan bahwa warga di desanya sangat membutuhkan alat berat untuk memperlancar dan membuka akses jalan di lokasi tersebut. Ia mengatakan sudah menghubungi pemkab, serta badan teknis lainnya, namun sayangnya petugas yang piket mengaku tidak berani untuk mengendarai alat berat sehubungan supir yang biasa mengemudikan itu sedang libur.

“Kami bingung sekali, karena hingga kini juga belum ada alat berat yang dapat kami pakai. Padahal, kami sangat membutuhkan,” katanya dengan nada menyesal. 

Sementara Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat, Bakespolinmas Kabupaten Tulungagung hingga kini belum bisa dihubungi karena telepon selulernya tidak aktif. Begitu juga dengan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkab Tulungagung, Wahyu Adji Gunawan, ponselnya mendengungkan nada “tulalit”.

 

Ant/tya

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU BEJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….