Minggu, 22 November 2009 20:27 WIB Ekonomi Share :

Bangun Hotel Aman di Solo, investor Australia siapkan Rp 190 miliar

Solo (Espos)–Dari 35 kabupaten/kota yang ada di Jawa Tengah (Jateng) Kota Solo memiliki daya tarik tersendiri bagi para Investor. Hal ini, tentu tak lepas dari keberadaan Kota Solo sebagai kota yang berbasis budaya dan wisata.

Gelaran Central Java Investment Business Forum (CJIBF) yang diselenggarakan di The Sunan Hotel Solo, pekan lalu, memastikan beberapa proyek investasi yang ditawarkan, khususnya investasi dari kota-kota di Soloraya, tidak ada yang luput dari perhatian investor. Kendati, baru diperhatikan. Sebagian besar, perhatian itu tidak serius dijajaki investor sampai pada penandatanganan <I>letter of intent<I> (LoI).

Karena diketahui, hanya ada tiga proyek yang diminati investor sampai pada pencapaian LoI. Yakni proyek pabrik semen di Pati, pengembangan pengolahan rumput laut di Jepara dan peternakan di Grobogan.

Kendati demikian, Kepala Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Jateng, Anung Sugihantono menyampaikan, tidak ada target transaksi terkait tawaran investasi tersebut. Hanya, bagaimana menempatkan Jateng sebagai lokasi investasi terbaik dengan sejumlah peluang yang ada.

Forum yang merupakan pertemuan antara investor dengan pemerintah, pun kembali mewacanakan rencana pendirian hotel megah yang akan dibangun oleh salah seorang investor asal Australia, Robert Murdock. Hotel Amman, sebutan untuk hotel tersebut. Saat ditemui <I>Espos<I> di sela-sela CJIBF, Robert mengatakan, nilai investasi untuk pembangunan hotel yang lokasinya tidak jauh dari Keraton Kasunanan Surakarta mencapai US$20 juta atau senilai Rp 190 miliar.

“Nilai investasi berkisar US$20 juta. Tanah sudah tersedia, yakni ada di dalam kompleks Keraton Surakarta. Dan rencana saya, sekitar bulan Maret-April tahun depan, saya akan konfirmasikan lagi dengan Gubernur Jateng, Bibit Waluyo,” papar Robert.

Penarikan investor ini, disampaikan Kasubdin Investasi dan Keuangan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Solo, Zubaidi, merupakan hasil dari CJIBF sebelumnya.

“Investasi Hotel Aman ini cukup besar. Dari informasi yang kami terima, hotel tersebut nantinya merupakan hotel berkelas dengan harga kamar rata-rata RpĀ  5 juta per kamar per malam,” tutur Zubaidi.
haw

lowongan kerja
lowongan kerja SRI JAYA ALUMMUNIUM, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Globalisasi dan Toleransi

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Senin (10/7/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pidato Presiden ke-44 Amerika Serikat, Barrack Obama, di Kongres Diaspora Indonesia menegaskan dua hal penting:…