Sabtu, 21 November 2009 18:45 WIB Haji,Boyolali Share :

Ratusan KTP Calhaj fiktif, PPIH siapkan sanksi


Boyolali (Espos)–
Panitia Penyelanggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Adisoemarmo Boyolali mengaku telah mengirimkan laporan kepada Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Bibit Waluyo terkait ditemukannya ratusan data calon haji (Calhaj) asal Solo yang direkayasa.

Dalam laporan tersebut, PPIH menanti rekemondasi Gubernur Jateng untuk mengambil sikap tegas menanggapi permasalahan tersebut. “Saat ini, kami masih menanti rekemondasi dari Pak Gubernur. Apakah bakal dikenakan sanksi kepada KBIH yang bersangkutan ataukah ada solusi lainnya,” ujar Sekretaris PPIH Embarkasi Adisoemarmo Boyolali, Abdul Choliq kepada wartawan di ruang kerjanya, Sabtu (21/11).

Menurut Choliq, sanksi pencabutan izin kepada KBIH terkait bukan hak mustahil akan dilakukan jika memang sudah melalui pertimbangan yang masak. Pasalnya, pada tahun sebelumnya, sebanyak tiga KBIH asal Jepara mendapatkan sanksi keras dari tim pengawas ibadah haji karena terbukti melakukan kecurangan.

Satu KBIH, kata dia, dicabut izinnya untuk selamanya. Sedang, dua KBIH lainnya dikenakan sanksi tak boleh beroperasi selama setahun. “Nah, terkait permasalahan ini, kami masih menanti rekemondasi Pak Gubernur. Karena, ini juga bisa masuk ranah pidana karena melakukan pembohongan data,” jelasnya.

Saat ini, PPIH juga tengah mempersiapkan untuk memanggil pengurus KBIH di seluruh Jateng yang mencapai 216 buah. Menurutnya, selain untuk evaluasi pelaksanaan ibadah haji, pemanggilan KBIH se-Jateng itu juga untuk memberikan peringatan agar tak main-main dalam mengurusi jemaah Calhaj.

asa

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…