Sabtu, 21 November 2009 20:15 WIB Klaten Share :

Musim hujan, pengusaha soon Klaten waswas


Klaten (Espos)–
Sejumlah pengusaha mi soon di Desa Daleman, Kecamatan Tulung, Klaten merasa waswas seiring datangnya musim hujan kali ini. Tidak adanya panas membuat produksi soon mereka berkurang.

Salah seorang pengusaha mi soon, Joko Tri Tomo saat ditemui Espos di kediamannya, Sabtu (21/11), menuturkan, datangnya musim hujan merupakan ancaman bagi sejumlah pengusaha mi soon di Desa Daleman.

Menurutnya, tidak adanya panas membuat produksi soon mereka turun. Dia menjelaskan, dirinya bisa memproduksi tiga kuintal mi soon per hari pada saat cuaca panas. Akan tetapi, beberapa hari ini usahanya hanya mampu memproduksi dua kuintal mi soon. “Untuk mengeringkan mi soon, kami hanya mengandalkan tenaga panas matahari. Jadi, keberlangsungan hidup usaha kami sangat bergantung dengan matahari,” tutur Joko.

Dia memprediksi tingginya intensitas turunnya air hujan terjadi pada Desember dan Januari. Sejauh ini, turunnya produksi dari tiga menjadi dua kuintal dalam sehari tersebut belum dirasakan efeknya. Pada bulan Desember hingga Januari tahun lalu, usahanya hanya mampu memproduksi sebanyak satu kuintal mi soon.

Joko mengaku selalu mengalami kerugian setiap musim hujan datang. Dia mengatakan, dalam sepekan biasanya ia bisa memperoleh laba senilai Rp 1,5 juta. Keuntungan itu merupakan hasil penjualan sebanyak dua ton mi soon per pekan. Akan tetapi, jika musim hujan laba yang didapatkanya turun drastis. Bahkan, ia seringkali harus tombok untuk menanggung biaya operasional seperti pengeluran pembelian bahan baku, bahan bakar, dan gaji karyawan.

m82

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Pendidikan yang Memerdekakan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (21/8/2017). Esai ini karya Mohamad Ali, Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta dan pengasuh Perguruan Muhammadiyah Kota Barat, Solo. Alamat e-mail penulis adalah ma122@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO–Memasuki umur 72 tahun kemerdekaan…