Sabtu, 21 November 2009 22:55 WIB Pendidikan Share :

Lulusan S1 harus siap “migrasi”


Solo (Espos)–
Lulusan S1 perguruan tinggi harus memiliki kompetensi untuk bersaing dan terjun ke lapangan kerja di luar negeri, mengingat peluang bekerja di sektor formal masih terbuka lebar.

Hal tersebut diungkapkan, Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat, sejumlah negara di benua Eropa dan Amerika membutuhkan rbuan ternaga kerja di sektor formal dan dapat dipastikan setiap tahun kebutuhan tenaga kerja tersebut terus meningkat.

Dia mengatakan, hal tersebut merupakan trobosan lantaran minimnya lapangan pekerjaan di Indonesia. “Peluang kesana sangat terbuka, tapi sayangnya pendidikan di Indonesia ini tidak memiliki visi untuk bersaing untuk bekerja di luar negeri,” papar dia pada saat penandatanganan kerjasama antara Universitas Muhamadiyah Surakarta (UMS) dengan BNP2TKI, Sabtu (21/11).

Dia mengatakan, salah satu pekerjaan yang masih terbuka luas di antaranya perawat dan tenaga teknis lainnya yang dapat bekerja di perusahaan maupun perkebunan. Menurutnya, ada 50 negera tujuan yang masih membutuhkan tenaga kerja, jika dihitung per tahun kebutuhan tenaga kerja dari Eropa mencapai tersebut dua juta.

Terkait hal tersebut, dia mengatakan, lulusan perguruan tinggi diharapkan siap untuk menjajaki karir di luar negeri. Dia mengatakan, jika perlu kelas-kelas berbahasa Inggris secara khusus harus disiapkan, misalnya untuk kebutuhan perawat di Negara maju masih terbuka luas dan mereka membutuhkan tenaga kerja yang terampil.

Selain bekerjasama dengan UMS, pihaknya menjajaki Universitas Islam Sultan Agung (Unissula). “keterampilan dan kemampuan bahasa adalah kunci utamanya, tanpa itu jangan coba-coba untuk bekerja di luar negeri karena resiko dan ancaman pekerja nonformal cukup tinggi,” paparnya.

Sementara itu, Rektor UMS, Prof Dr Bambang Setiaji MS, tahun ini kelas bahasa inggris mulai dirintis salah satunya di jurusan Manajemen, mengingat jurusan tersebut strategis dan beberapa materi menggunakan istilah asing.

das

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Lebaran dan Wartawan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (23/6/2017). Esai ini karya Heri Priyatmoko, dosen Ilmu Sejarah di Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah heripri_puspari@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Lebaran tinggal menghitung jam. Semua sibuk menyambut. Tak terkecuali barisan juru…