Sabtu, 21 November 2009 19:57 WIB Sragen Share :

Kejurnas Pacuan Kuda Gubernur Cup III resmi dibuka

Sragen (Espos)–Kejuaran nasional (Kejurnas) Pacuan Kuda Gubernur Cup III dibuka secara resmi Gubernur Jateng Bibit Waluyo yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Jateng Rudi Priyantoro sekitar pukul 09.30 WIB.

Grand final Kejurnas ini akan digelar Minggu (22/1) ini dengan memperebutkan piala Gubernur senilai seratusan juta rupiah. Pembukaan Kejurnas Gubernur Cup diawali dengan beberapa sambutan dari Ketua Federasi Olahraga Kuda Seluruh Indonesia (Fordasi) Jateng, Christanti Christiana, Ketua Komisi Pacuan PP Fordasi Munawir, Bupati Sragen Untung Wiyono dan anggota Muspida koordinator. Baik Ketua Fordasi Jateng maupun Pengurus Pusat Fordasi beinisiatif mengusulkan even olahraga pacuan kuda ini ke Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun depan.

Ketua Komisi Pacuan PP Fordasi, Munawir saat ditemui wartawan, mengatakan, usulan agar olahraga pacuan ini bisa dimasukan ke PON 2010 sudah disampaikan ke KONI Pusat.
”Kemarin sempat melakukan pembahasan di Komisi. Namun usulan belum diakomodasi secara formal, melainkan masih informal,” imbuh Munawir.

Ketua Umum Pengda Fordasi Jateng Christanti Christiana menambahkan, untuk menjadikan lapangan pacuan kuda di Sragen ini sebagai lapangan untuk PON tentunya harus ada upaya peningkatan kualitas lapangan agar memenuhi standar lapangan yang ditentukan Fordasi. kendati demikian, imbuhnya, upaya yang dilakukan Sragen sudah baik bila dibandingkan daerah lain.

Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sragen, Poedarwanto, jumlah altet berkuda yang bertanding sebanyak 113 orang plus kuda untuk memperebutkan piala Gubernur. menurut dia, ada 17 kelas yang dipertandingkan.

”Untuk hari pertama, ada lima kelas yang dipertandingkan, sisanya dilaksanakan pada hari kedua.Jumlah peserta tahun ini lebih besar ketimbang jumlah peserta tahun lalu yang hanya 97 atlet berkuda,” imbuhnya.

trh

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…