Sabtu, 21 November 2009 20:43 WIB Sragen Share :

Diduga tak tahan penyakit tuli, warga Tangen nekat gantung diri

Sragen (Espos)--Seorang warga di Dukuh Doplang RT 01, Desa Denanyar, Kecamatan Tangen, Sragen Jainah, 75, nekat bunuh diri dengan cara menggantung dirinya sendiri di sebuah rumah kosong tak jauh dari rumah tempatnya tinggal, Jumat (20/11) sore.

Penyebab tindakan nekat itu belum diketahui pasti, warga setempat menduga gantung diri itu disebabkan penyakit tuli yang diderita cukup lama.

Informasi yang dihimpun Espos dari tempat kejadian perkara, Sabtu (21/11), anak korban Parmi, 42, sempat bertanya-tanya karena sejak pukul 16.00 WIB, ibunya tidak dirumah. Padahal Jumat sore lalu cuaca mendung dan hujan gerimis disertai angin.

Parmi mengaku khawatir dan terus melakukan pencairan keberadaan ibunya. Walhasil, Parmin menemukan ibunya di sebuah rumah kosong yang terletak sekitar 400 meter dari rumahnya sekitar pukull 16.30 WIB.

“Saat saya masuk rumah kosong itu, saya terhentak kaget, karena melihat tubuh ibu sudah tergantung dengan seutas tali yang melilit dilehernya. Saya berteriak, dan para tetangga berdatangan,” aku Parmi.

Sebanyak tiga orang tetangga, yakni Tardi, 48, Sumanto, 46 dan Pardi, 50, ikut menbantu menurunkan tubuh nenek yang sudah kaku, karena kondisi rumah gelap tanpa penerangan listrik.

Tak lama kemudian jajaran Polsek Tangen, Camat Tangen dan Kepala Puskesmas Tangen pun mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).  Setelah melakukan pemeriksaan, petugas menyimpulkan kematian Jainah murni bunuh diri, karena tidak ada tanda penganiayaan.

trh

Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Jangka Kamardikan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (15/8/2017), karya Bandung Mawardi dari Bilik Literasi. Alamat e-mail bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Setahun setelah peristiwa bersejarah, proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, terbit buku berjudul Djangka Djajabaja Sempoerna dengan Peristiwa Indonesia Merdeka garapan…