Sabtu, 21 November 2009 13:40 WIB Ekonomi,News Share :

Defisit gula, Pemerintah mulai upayakan tambahan stok hingga 500.000 ton

Jakarta–Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sedang mengupayakan penambahan stok gula sebanyak 500.000 ton untuk kebutuhan nasional hingga April 2010. Saat ini stok gula yang tersedia baru sekitar 610.000 ton, sedangkan kebutuhan hingga April 2010 sebanyak 1,2 juta ton.

Menurut Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar, kebutuhan stok gula tersebut akan diprioritaskan dari dalam negeri, seperti dari produksi PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan PT Rajawali Nusantara (RNI) maupun swasta.

“Produksi stok gula nasional kita dihubungkan dengan kebutuhan, nampaknya masih ada sekitar
500.000 ton yang masih harus ditambah untuk dapat memenuhi kebutuhan gula konsumsi kita sampai dengan musim giling tahun 2010 yang akan datang,” katanya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (20/11) malam.

Ia mengatakan, pihaknya juga sedang memperhitungkan penambahan stok tersebut melalui opsi impor. Namun, hal itu belum akan dilakukan sebelum menghitung kemampuan perusahaan dalam negeri terlebih dahulu.

“Sekarang sedang dikonsolidasi antara kebutuhan dengan suplai. Nah, kelihatannya sampai dengan saat ini masih ada potensi 500.000 ton diisi dari dalam negeri,” jelasnya.

Ia menambahkan, rencana tersebut masih akan dimatangkan kembali bersama Menteri Perindustrian MS Hidayat serta Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dalam rapat kerja bersama tanggal 24 November mendatang.

“Akan kita lihat itu nanti, jawabannya pada tanggal 24,” ujarnya.

dtc/isw

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Guru Sejarah Melawan Intoleransi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (11/7/2017). Esai ini karya Nur Fatah Abidin, mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah ikbenfatah@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Sabtu (8/7) lalu alumnus angkatan 1985 Pendidikan Sejarah Universitas Sanata Dharma Yogyakarta…