Sabtu, 21 November 2009 15:44 WIB Ekonomi,News Share :

BRI salurkan Rp 2,2 triliun ke sektor industri gula


Jakarta–
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) telah menyalurkan kredit ke sektor industri gula sebanyak Rp 2,2 triliun. Sebanyak Rp 1 triliun dari jumlah tersebut digunakan untuk program revitalisasi pabrik gula di sejumlah perusahaan plat merah.

Menurut Direktur Bisnis dan Kelembagaan BRI Asmawi Syam, plafon kredit yang diberikan BRI bersama bank plat merah lainnya kepada industri gula mencapai Rp 9,7 triliun.

“Ada Rp 9,7 triliun yang sudah memberikan komitmen. Kemudian yang kita putus itu
kurang lebih Rp 2,2 triliun, yang sudah dipakai untuk revitalisasi adalah Rp 1 triliun,” katanya usai rakor gula di Kantor Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (20/11) malam.

Ia mengatakan, pihaknya telah dipercaya untuk menjadi kordinator pengucur kredit kepada industri gula dalam negeri. Menurutnya, jumlah kredit yang sudah mengalir sebesar itu digunakan untuk termasuk pembangunan 3 pabrik gula baru. Lokasi tiga pabrik tersebut antara lain di Nusa Tenggara, Banyuwangi dan Jawa Barat.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar mengatakan, pihaknya sedang mengupayakan agar peranan bank swasta dalam pengucuran kredit di industri bisa dimaksimalkan.

“Baik itu memberi fasilitas kredit untuk membangun pabrik atau memperbaiki pabrik yang ada ataupun fasilitas kredit untuk para petani tebu,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, pihaknya juga akan meningkatan kredit usaha rakyat (KUR) untuk para petani tebu sehingga bisa meningkatkan produksi gula.

Peningkatan KUR tersebut dinilai bisa menjadi stimulus tersendiri di kalangan para petani gula. Selain itu, pemerintah juga sudah memberi bantuan berupa subsidi bunga bagi revitalisasi pabrik gula dan pupuk.

Pemerintah berencana menyiapkan dana penjaminan KUR sebesar Rp 2 triliun setiap tahunnya dengan giring rasio sepuluh kali lipat. Dengan begitu, KUR yang bisa disalurkan bank setiap tahunnya bisa mencapai Rp 20 triliun.

dtc/isw

lowongan kerja
lowongan kerja Sumber baru rejeki, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Menjaga Kemerdekaan Pers Indonesia

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (10/7/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO–Pekan lalu, di sela-sela menghadiri seminar internasional mengenai Media Self Regulating, beberapa…