Sabtu, 21 November 2009 21:45 WIB Klaten Share :

Beredar pamflet pengosongan kios, Pedagang Pasar Pedan resah

Klaten (Espos)–Pedagang Pasar Pedan, Klaten resah menyusul adanya sejumlah pamflet yang berisi imbauan pengosongan kios kembali terpasang di beberapa titik kawasan pasar setempat.

Berdasarkan pantauan Espos di lokasi, Sabtu (21/11), sejumlah pamflet itu terpasang di setiap sudut pasar. Pamflet itu berisi pengumuman permintaan pengosongan pasar paling lambat 10 hari setelah pengumuman itu diedarkan tepatnya pada tanggal 30 November nanti.

Pengumuman yang mengatasnamakan pemenang lelang bongkar Pasar Pedan itu menyatakan akan melakukan pembongkaran. Pengumuman itu mengklaim sudah mendapatkan persetujuan dari Paguyuban Pedagang Pasar Pedan Manunggal (P4M), Forum Komunikasi Pedagang Pasar Pedan (FKP3),  Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (Disperindagkop & UMKM), dan investor.

Maryunani, salah seorang pedagang mengatakan, pamflet itu dipasang oleh tiga orang tidak dikenal pada Jumat (20/11) siang. Maryunani mengaku bingung setelah membaca surat tersebut. Ia takut akan digusur jika pada tanggal 30 November nanti belum mengosongkan kiosnya.

Sementara itu, Koordinator Forum FKP3, Anita Yuli Indiyani meminta para pedagang tetap menjalankan aktivitasnya berjualan. Menurutnya, pengumuman pengosongan kios itu tidak sesuai dengan kesepakan dalam rapat yang digelar pada Selasa (17/11) lalu. Dia mengatakan, dalam rapat itu forum menyepakati bahwa relokasi pedagang akan dilakukan setelah pasar darurat selesai dibangun. Anita menuding pemenang lelang bongkar itu belum mengantongi izin dari Disperindagkop & UMKM untuk membongkar kios pada 30 November nanti.

m82

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…