Jumat, 20 November 2009 17:36 WIB Karanganyar Share :

Transaksi jual-beli hewan kurban relatif sepi

Karanganyar (Espos)–Transaksi hewan kurban di Karanganyar hingga sepekan sebelum Hari Raya Idul Adha ini masih relatif sepi. Sebagian besar pedagang mengeluh karena setiap kali mangkal di Pasar Hewan Tegalgede, Karanganyar kota, hampir tidak ada pengunjung yang membeli dagangan mereka.

Manto Wiyono, 70, salah seorang pedagang, mengaku hingga kini beberapa ekor kambing dagangannya belum laku barang satu pun. Setiap hari mangkal di Pasar Hewan Tegalgede, yang notabene terletak di pusat kota itu, dia selalu kembali ke rumah dengan gigit jari.

“Sekarang kondisinya tidak sama dengan tahun lalu. Sekarang sedang sepi. Kambing saya belum ada yang laku sampai sekarang. Padahal, biasanya sebulan sebelum Idul Adha sudah ramai. Ini Idul Adha tinggal sepekan, tapi masih sepi-sepi saja,” kata dia, saat ditemui Espos di lokasi, Jumat (20/11).

Disebutkannya, harga jual kambing di pasaran selama musim kurban ini juga relatif sama alias tidak mengalami perubahan harga dibandingkan pada hari-hari biasanya. Harga satu ekor kambing dibanderol mulai Rp 800.000, Rp 900.000 hingga Rp 1,2 juta, tergantung kualitas dan besar-kecilnya kambing tersebut.

“Harganya tidak bisa ngangkat karena sekarang banyak yang jual kambing. Selain di pasar hewan, juga banyak yang buka <I>dhasaran<I> di jalan-jalan di kampung atau desa. Jadi, persediaan hewan kurban di lapangan menjadi melimpah. Otomatis, harganya juga tidak bisa naik. Pada hari biasa atau musim kurban ini, harganya relatif tetap,” terangnya.
dsp

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…