Jumat, 20 November 2009 14:46 WIB Sport,Internasional Share :

Thierry Henry kini dianggap bukan pahlawan

Paris–Thierry Henry dituduh telah menodai sportivitas saat dianggap dengan sengaja menyentuh bola tangannya. Meski dicerca banyak pihak, dukungan buat sang striker masih ada.

“Setelah melihat tayangan ulangnya terlihat kalau tangan Henry melakukan kontak dengan bola – si pemain sudah mengonfirmasi soal hal tersebut. Anda tahu, itu bagian dari pertandingan, dan itu juga bukan sesuatu yang sering dilakukan Henry,” bela Wakil Presiden Asosiasi Sepakbol Prancis, Noel Le Graet, seperti diberitakan Telegraph.

Henry dituduh dengan sengaja menyentuh bola dengan tangannya di dalam kotak penalti saat Prancis menjamu Republik Irlandia di leg II Playoff Piala Dunia. Terlihat berusaha menjaga bola tidak keluar lapangan menggunakan tangan, si kulit bundar yang dia umpan ke tengah kotak penalti diselesaikan menjadi gol oleh William Gallas.

Skor 1-1 yang tercipta akibat gol tersebut membuat Prancis lolos ke Piala Dunia 2010. Republik Irlandia jelas jadi pihak yang sangat dirugikan karena mereka sesungguhnya tampil luar biasa di Stade de France untuk kemudian membalas kekalahan di pertemuan pertama lewat gol Robbie Keane.

Tudingan bahwa Henry telah dengan sengaja bertindak curang pun muncul. Media-media di Republik Irlandia malah menyebut Henry sebagai perampok.

“Saya pikir penggunaan definis itu (curang) adalah ekstrim. Sepakbola itu rumit. Hand-ball adalah bagian dari pertandingan. Henry seharusnya dinilai berdasar apa yang sudah didapat sepanjang karirnya. Karena itulah saya pikir kata curang itu tak bisa diasosiasikan dengan dirinya.”

“Dia punya kualitas luar biasa. Dia mencintai sepakbola dan dia juga mencintai timnas Prancis juga,” pungkas Le Graet.

Tak hanya publik Irlandia yang mengecam aksi tak sportif yang dilakukan Thierry Henry. Bahkan di Prancis pun ia sudah tidak dianggap sebagai pahlawan nasional oleh fansnya.

“Dalam beberapa tahun ini Henry sudah jadi pahlawan nasional. Tapi sekarang, tidak. Apa yang dilakukannya sangat buruk dan itu jelas sekali ia melakukan kecurangan. Dia harus tampil pada performa terbaiknya di putaran final nanti jika ingin mengembalikan reputasinya,” ujar seorang fans asal Lyon, Janine Robert, dikutip Dailymail.

Seorang fans Les Blues yang lain, Louis Dufor, mengatakan dirinya melihat apa yang dilakukan oleh Henry tersebut adalah tindakan yang mencederai nilai-nilai pertandingan sepakbola. Dan semestinya Henry jujur kepada wasit kalau ia benar melakukan handball.

“Thierry tahu apa yang harus dia lakukan dan semestinya ia bilang hal tersebut kepada wasit. Banyak dari kami yang menonton laga itu, layaknya fans Irlandia, merasa kalau itu sebuah kecurangan. Thierry seharusnya merasa malu atas sikapnya itu,” tukas Dufor.

Tak hanya media Irlandia yang mengutuk aksi pemain Barcelona itu, harian olahraga terkenal Prancis L’Equipe pun menilai laga di Stade de France tersebut sebagai sebuah titik nadir dalam sejarah persepakbolaan mereka.

Walaupun akhirnya ‘Tim Ayam Jantan’ melangkah ke Afrika Selatan 2010, namun tetap secara kelolosan mereka bukan karena permainan tim secara keseluruhan. Keberuntungan-lah yang menaungi pasukan Raymond Domenech itu seperti kala mereka terseok-seok di babak kualifikasi lalu.

Kini Henry yang merupakan anggota skuad Prancis saat menjuarai Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2008 harus melihat bagaimana nasib Irlandia yang dibuat ‘patah hati’ gara-gara ulahnya tersebut. Bahkan pengakuan si pemain akan tindakan tak terpujinya itu pun rasanya tak cukup untuk menghapus luka para Irishman. (mrp)

Selain sama-sama seorang striker, Thierry Henry dan Diego Maradona tak punya keidentikan mencolok. Tapi kini keduanya punya julukan sebagai ‘Tangan Tuhan’, meski juga harus menerima cap sebagai rampok.

Soal Maradona, seluruh dunia rasanya sudah tahu insiden gol menggunakan tangan yang dia lakukan ke gawang Inggris di Piala Dunia 1986. Peristiwa yang kemudian memaksa The Three Lions tersingkir dari babak perempatfinal itu kemudian dikenal dengan gol ‘Tangan Tuhan’.

‘Tangan Tuhan’ yang lain kembali mucul dinihari kemarin saat Prancis menjamu Republik Irlandia di leg II Playoff Piala Dunia 2010. Dalam posisi timnya tertinggal, Henry terlihat dengan sengaja menyentuh bola dengan tangannya sampai dua kali sebelum mengirim assist yang bisa diteruskan menjadi gol oleh William Gallas.

Aksi Henry tersebut jelas mengundang kecaman dari seluruh warga Republik Irlandia. Media-media negara tersebut bahkan menjuluki ‘King Henry’ sebagai pencuri. Sementara yang lain menyebut insiden di Stade de France itu sebagai ulangan peristiwa ‘Tangan Tuhan’.

“Tierry Henry ‘Si Tangan Tuhan’ Memusnahkan Mimpi Piala Dunia Kita”, demikian ditulis Irish Independent. Sementara beberapa media lain dalam headline-nya menyebut kejadian tersebut sebagai “Sebuah Kecurangan”, “Tangan Katak” dan “Perampokan Siang Hari”.

Hingga kini Asosiasi Sepakbola Republik Irlandia masih mengupayakan digelarnya pertandingan ulang setelah mereka mengirim permintaan resmi pada FIFA beberapa saat lalu. Meski FIFA pernah mengulang sebuah pertandingan karena kepemimpinan wasit yang buruk, laga ulangan Prancis vs Republik Irlandia diragukan bakal bisa terlaksana.
dtc/tya

lowongan pekerjaan
PT. TUMBAKMAS NIAGASAKTI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…