Jumat, 20 November 2009 20:04 WIB News Share :

Tak laksanakan putusan pailit, Direksi TPI dilaporkan ke polisi

Jakarta— Direktur utama (dirut) Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) dan direktur keuangan TPI dilaporkan ke Mabes Polri. Mereka dilaporkan atas dugaan tindak pidana tidak melaksanakan putusan pailit.

“Melanggar Pasal 399 KUHP tentang pengurus atau komisaris yang secara curang merugikan harta pailit. Atau memindahkan harta pailit sehingga merugikan harta pailit atau merugikan kreditor lain yang berhak,” ujar kuasa hukum kurator TPI Audrey Sitanggang, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (20/11).

Menurut Audrey, berdasarkan ketentuan UU Kepailitan begitu suatu perusahaan dinyatakan pailit maka sejak tanggal pailit itu berakhirlah kewenangan dari direksi. Baik di debitur pailit untuk mengurus perusahaan maupun untuk mengurus harta pailit.

Tetapi masih ada upaya kasasi?

“Tetapi tetap putusan kepailitan berlaku serta merta meskipun ada upaya kasasi, itu tidak mengurangi kewajiban dari debitur untuk menyerahkan kepengurusan kepada kurator. Tidak mengurangi hak kurator,” jelas Audrey.

Lebih lanjut Audrey mengatakan proses hukum ini tidaklah menghambat jalannya perusahaan TPI. “Sejauh ini bisa. Kan tetap jalan. Kita masih nonton TPI,” kata dia.

Audrey mensinyalir nilai uang yang telah dipergunakan oleh kedua direksi TPI tersebut mencapai Rp 30 miliar. Laporan terhadap Sang Nyoman dan Ruby Panjaitan dituangkan dalam laporan no pol TBL/342/XI/2009/Bareskrim.

 

dtc/tya

lowongan kerja
lowongan kerja Homeschooling Kak Seto Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Bung Karno, Lenso, Cha Cha Cakrabirawa

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Jumat (2/6/2017). Esai ini karya Albertus Rusputranto P.A., pengajar di Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah titusclurut@yahoo.co.uk Solopos.com, SOLO — Cakrabirawa adalah nama kesatuan pasukan penjaga Istana…