Jumat, 20 November 2009 16:21 WIB News Share :

Pemanggilan media, Polisi dinilai tak profesional


Jakarta–
Langkah Mabes Polri yang memanggil beberapa media terkait laporan Anggodo Widjojo sungguh langkah blunder dan salah. Selain akan menjadikan institusi polisi sebagai musuh bersama, hal itu juga akan menjadikan polisi semakin tidak profesional.

“Itu menunjukkan polisi tidak profesional. Kalau urusannya laporan sumber tulisan soal rekaman Anggodo, kan sudah diputar di MK. Bukan media yang salah. Tanya para hakim MK saja,” kata Anggota FPKB DPR A Malik Haramain, Jumat (19/11).

Menurut Sekjen GP Ansor ini, seharusnya aparat kepolisian lebih tanggap menyikapi tuntutan publik yang meminta polri berbenah dan segera mengakhiri semua polemik ini dengan menahan Anggodo. Bukan malah mencari-cari kesalahan media dan mengintimidasinya.

“Kalau manggil-mangil gini biar media takut. Ini saya kira salah. Media akan tetap berperan dengan fungsinya. Yang harusnya dilakukan polisi menahan dan memproses Anggodo, tidak dilakukan, malah pers dan media dipanggilin. Ini tidak boleh terjadi,” papar Anggota Komisi II DPR ini.

Politisi muda potensial PKB ini menilai yang dilakukan polisi saat ini telah jauh dari harapan publik. Hal ini akan semakin mengkerdilkan institusi Polri dan merusak citranya di semua lapisan. “Kalau polisi melakukan begini terus, mana ada yang suka (polisi). Sekarang media yang ‘ditekan’,” papar Ketua Kelompok Fraksi PKB di Komisi II DPR.

Saat ditanya mengenai pembatalan pemanggilan Kompas dan Sindo melalui SMS oleh Kadiv Humas Mabes Polri Nanan Sukarna, sementara tidak seberapa lama dipanggil lagi melalui telepon, Polri justru dinilai melakukan penyalahgunaan wewenang.

“Harusnya, kalau manggil itu pakai surat, ya dibatalinnya pakai surat. Tidak pakai SMS. Apalagi setelah pembatalan itu, ditelepon lagi ternyata pemanggilan dilanjutkan. Ini kan seperti lucu-lucuan, harusnya sesuai prosedur. Ini ada apa? saya kira ini menunjukkan polisi sekarang kurang profesional,” pungkasnya.

dtc/isw

lowongan kerja
lowongan kerja Toko Cat Warna Abadi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Ketahanan Psikologis Mencegah Pelajar Bunuh Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/6/2017). Esai ini ditulis Ahmad Saifuddin, dosen di Institut Agama Islam Negeri Surakarta dan Sekretaris Lakpesdam PCNU Kabupaten Klaten. Alamat e-mail penulis adalah ahmad_saifuddin48@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Pada Sabtu (3/6/2017) saya terkejut ketika membaca Harian…