Jumat, 20 November 2009 15:13 WIB Solo Share :

Pantau hewan kurban, Dispertan Solo sisir 23 lokasi


Solo (Espos)–
Tim pemantau hewan kurban bentukan Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Solo, Jumat (20/11) mulai melakukan pemantau lokasi penjualan hewan kurban. Tim menyisir 23 titik lokasi di lima kecamatan di Solo.

23 titik tersebut tersebar di Jl Adi Sucipto, kawasan Sumber, Jl Transito Purwosari, dan jalan menuju Mojosongo. Dispertan Solo menerjunkan lima tim yang bertugas di lima kecamatan. Masing-masing tim beranggotakan tujuh hingga sepuluh orang. Kepala Dispertan Solo, Weni Ekayanti mengatakan tim diterjunkan untuk memantau kondisi ternak yang diperjualbelikan selama masa hari raya kurban, sepekan sebelum Hari Raya Idul Adha hingga hari tasrik berakhir.

Tim menyisir ternak-ternak yang sakit atau cacat sekaligus memberikan obat jika dibutuhkan. “Tim sudah kami bentuk dua pekan lalu dan sudah ada pembinaan. Mulai hari ini (Jumat-red), tim akan bergerak memantau ke 23 titik. Titik-titik itu didasarkan data hasil pemantauan tahun lalu. Namun, kami tidak menutup kemungkinan jika ada lokasi penjualan baru yang memerlukan pemantaun tim kami,” papar Weni, saat dijumpai wartawan, di sela-sela mider praja di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ), Jumat (20/11).

Pemantauan yang dilakukan tim, dijelaskan Weni meliputi pengecekan kondisi kesehatan ternak, kebersihan kandang, kondisi makanan dan penataan ternak dalam kandang.

tsa

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…