Jumat, 20 November 2009 14:33 WIB News Share :

Miniatur Indonesia dari terigu raih Muri


Jakarta–
Miniatur Indonesia yang terbuat dari makanan berbahan dasar terigu sukses mendapatkan anugerah rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).

“Kami menganugerahkan rekor ini sebagai penghargaan kepada para pelaku usaha kuliner di berbagai penjuru nusantara,” kata Pendiri dan Pemilik MURI, Jaya Suprana, setelah penganugerahan rekor dalam acara Bogasari Expo 2009 di Plaza Aldiron Jakarta, Jumat (20/11).

Menurut dia, miniatur Indonesia yang dirangkai dari bahan makanan berbahan baku terigu baru pernah ada dan dibuat di Indonesia bahkan di dunia. Karya itu dibuat oleh pelaku usaha kuliner dari berbagai penjuru Indonesia sebagai simbol peran strategis sektor usaha kuliner dalam perekonomian nusantara.

Direktur PT Indofood Sukses Makmur Divisi Bogasari Flourmills, Fransiscus Welirang, mengatakan, penghargaan rekor MURI kepada Bogasari telah memberikan inspirasi dan motivasi tersendiri.

“Sektor usaha kuliner terdorong untuk terus berkreasi meraih keunggulan yang bisa menjadi daya tarik daerahnya,” katanya.

Pada kesempatan itu, beragam bahan makanan yang terbuat dari terigu mulai dari roti kering, kue bolu, bolu gulung, putu mayang, roti tawar, kue lapis, biskuit, dan lain-lain disusun membentuk rangkaian pulau di seluruh Indonesia.

Roti-roti tertentu juga disusun khusus di berbagai provinsi membentuk ciri khas masing-masing provinsi, seperti roti berbentuk Tugu Monas di Provinsi DKI Jakarta, roti Jembatan Suramadu di perbatasan Surabaya dan Madura, dan roti berbentuk Pura di Bali.

Miniatur Indonesia itu dibentangkan di atas meja yang dikelilingi pagar berkaca dan terpisah antar-pulau sehingga pengunjung dapat dengan mudah mengamati dan mengambil gambar dari karya tersebut.

Karya itu dipamerkan selama tiga hari yakni 20-22 November 2009 atau selama pameran kuliner bertajuk Bogasari Expo 2009 berlangsung di Plaza Aldiron, Jakarta Selatan.

ant/isw

lowongan kerja
lowongan kerja INSOMNIA KARAOKE, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

senin 5 juni

Kolom

GAGASAN
Bung Karno, Tokoh Zaman yang Langka

Gagasan ini dimuat Harian Solopos Kamis (8/6/2017), ditulis A. Windarto, peneliti di Lembaga Studi Realino Sanata Dharma Yogyakarta. Solopos.com, SOLO–Esai Albertus Rusputranto P.A. berjudul Bung Karno, Lenso, Cha-Cha (Solopos, 2/6/2017) memperlihatkan betapa legendarisnya Presiden pertama Republik Indonesia itu. Pasukan pengawal…