Jumat, 20 November 2009 17:28 WIB Ekonomi Share :

Dikembangkan, pewarnaan batik alam

Solo (Espos)–Tingginya permintaan batik tahun ini menuntut pengrajin batik mampu bersaing dengan produk pabrikan yang sangat mirip dengan batik.

Pewarnaan batik alam yang saat ini mulai dikembangkan Forum Pengembangan Ekonomi dan Sumber Daya (PESD) Jawa Tengah bekerja sama dengan Pusat Inovasi UMKM serta Pusat Pelatihan Batik Laweyan (PPBL), diharapkan mampu meningkatkan daya saing pengrajin batik di tengah semakin maraknya produk-produk batik, yang saat ini masih didominasi dengan pewarna sintetis.

Demikian disampaikan Manager Officer Resource Development Center (RDC) Indonesia, Eny Farida Nurhayati, saat ditemui Espos di sela-sela <I>Pelatihan Teknologi Pewarnaan Alam untuk Batik<I> di SMK 9 Solo, Jumat (20/11).

Dari pelatihan tersebut, ungkap Eny, diharapkan dapat memperluas lapangan kerja, meningkatkan produksi dan meningkatkan omset produksi para pengrajin batik. Karena, dengan teknik pewarnaan alam ini, pengrajin akan menghasilkan produk yang berbeda dengan batik yang selama ini menggunakan pewarna sintetis.
haw

lowongan kerja
lowongan kerja GALUH ELEKTRONIK, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Kebangkitan Ristek Olahraga

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Kamis (6/7/2017). Esai ini karya Agus Kristiyanto, Guru Besar Analisis Kebijakan Pembangunan Olahraga di Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah aguskriss@yahoo.co.id.  Solopos.com, SOLO–Tema-tema kontemporer banyak yang berhubungan dengan refleksi menata potensi bangsa untuk meningkatkan…