Jumat, 20 November 2009 14:17 WIB News Share :

Dewan Pers
Polri aneh dan tidak konsisten

Jakarta–Setelah sempat dibatalkan, Mabes Polri memanggil kembali Harian Seputar Indonesia (Sindo) dan Harian Kompas terkait pemberitaan transkrip rekaman kriminalisasi KPK. Polri dinilai tidak konsisten.

“Tadi Pak Nanan sudah mengatakan sendiri wartawan teman kita. Tapi kok malah dipanggil lagi? Ini saya lihat ketidakkonsistenan Polri. Ini bintang dua loh yang ngomong,” ujar anggota Dewan Pers Abdullah Alamudi saat dihubungi, Jumat (20/11).

Bukan cuma inkonsisten, pemanggilan kembali Sindo dan Kompas oleh Polri dinilainya sebagai tindakan yang aneh. Sulit dimengerti apa yang ingin dipahami oleh Polri dengan memanggil media. “Ini aneh. Ada apa? Apa sebenarnya yang ingin dipahami oleh Polisi dengan pemanggilan media,” kritiknya.

Menurutnya, tidak tepat alasan pemanggilan Polri terhadap media untuk mencari bukti soal transkrip rekaman yang diperdengarkan di Mahkamah Konstitusi (MK).

Jika Polri ingin tahu darimana media mendapatkan rekaman itu, sangat tidak tepat. Kalau pun memang media punya rekaman itu, media punya hak menolak untuk tidak memberitahukan. “Dia harus melindungi narasumbernya,” tutupnya.

dtc/tya

lowongan kerja
lowongan kerja INSOMNIA KARAOKE, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Masuk SMK Dapat BMW

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (10/6/2017). Esai ini karya Sriyanto Danoesiswoyo, guru di SMKN 3 Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah sriyanto_ds@yahoo.co.id Solopos.com, SOLO —┬áTahun pelajaran 2016/ 2017 segera berakhir dan penerimaan peserta didik baru (PPDB) dengan sistem…