Jumat, 20 November 2009 19:03 WIB News Share :

Dewan dan kejaksaan dikado “tikus”

Grobogan (Espos)–DPRD dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwodadi, dihadiahi gambar tikus oleh puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMMI) Kabupaten Grobogan yang menggelar aksi unjuk rasa di kantor dua instansi tersebut, Kamis (19/11).

Selain melakukan longmarch dari Posko PMII di Kelurahan Kuripan, puluhan mahasiswa yang mengusung keranda bertuliskan “Matinya supremasi hukum” dan “Hancurnya moral bangsa” melakukan happening art menggambarkan kesengsaraan rakyat akibat tindak korupsi, di depan Gedung DPRD.

Para mahasiswa sempat meminta wakil rakyat keluar menemui mereka. Tak lama, Ketua Komisi B DPRD Agus Siswanto dan Ketua Komisi D, Mukhlisin, menemui para pengunjuk rasa. Di hadapan dua anggota DPRD, koordinator aksi, Asnawi, membacakan pernyataan sikap. Antara lain mengkritik adanya wakil rakyat yang cari keuntungan dengan menjadi makelar proyek.

Tidak hanya itu, mahasiswa juga menyindir anggota Dewan yang suka jalan-jalan ke luar Jawa dengan dalih kunjungan kerja (Kunker), sebab hal itu dianggap cuma menghambur-hamburkan uang rakyat. Seusai membacakan pernyataan sikap, dua mahasiswa mewakili pengunjuk rasa menyerahkan surat pernyataan sikap dan kertas bergambar tikus sebagai ajakan agar wakil rakyat tidak korupsi.

Setelah menggelar orasi, aksi puluhan mahasiswa dilanjutkan ke kantor Kejari Purwodadi, di bawah pengawalan polisi dari Polres Grobogan. Mereka diterima langsung Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Purwodadi, Hendrizal Husin SH. Di hadapan Kajari, mahasiswa menyatakan dukungan atas pengusutan kasus dugaan korupsi.

Mereka meminta kasus dugaan korupsi anggaran perawatan mobil dinas DPRD, proyek pembangunan gedung BPR BKK dan proyek peningkatan Jl Gajah Mada paket I dan II serta jalan Gubug-Jeketro diusut tuntas. “Kejaksaan juga harus mengusut praktik KKN soal rangkap gaji yang diterima sekretaris desa (Sekdes) yang sudah diangkat jadi PNS, karena mereka ternyata masih menggarap tanah bengkok desa,” ujar mahasiswa.

rif

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…