Jumat, 20 November 2009 21:32 WIB Wonogiri Share :

Cegah longsor, warga pecahi batu raksasa


Wonogiri (Espos)–
Batu raksasa yang mengancam warga Desa Boto, Kecamatan Jatiroto, ditanggulangi denga pemecahan terus-menerus.

Pemkab Wonogiri melalui Dinas Pengairan, Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga mengalokasikan anggaran dalam APBD Perubahan 2009 senilai Rp 40 juta untuk pemecahan batu tersebut. Ditargetkan, akhir tahun ini, batu yang membahayakan keselamatan belasan keluarga itu bisa dihancurkan.

Kepala Desa Boto, Parmono, dihubungi Espos, Kamis (19/11), mengungkapkan belakangan ini, sudah ada upaya memecah batu, khususnya satu batu yang posisinya paling membahayakan. Batu itu sedikit demi sedikit telah dikurangi ukurannya sehingga sekarang tinggal 50% dari ukuran semula.

“Di sana kan ada 5-6 buah batu besar. Tapi hanya satu yang paling mengancam dan membahayakan. Sedangkan yang lainnya tidak begitu berbahaya. Tapi meskipun demikian, masyarakat tetap diminta untuk waspada,” jelas Parmono.

Dia mengungkapkan ada 12 keluarga yang paling terancam keberadaan batu-batu itu. Sedangkan 30-50 keluarga lainnya yang juga terancam, posisi rumahnya agak jauh ke bawah sehingga tidak terlalu rawan.

Camat Jatiroto, Ristanti, saat dihubungi, kemarin, mengungkapkan sudah ada upaya untuk mengurangi ukuran batu yang paling membahayakan karena berada di kemiringan 45 derajat di atas permukiman warga. Upaya itu dengan memecah secara manual.

Terpisah, Kepala Dinas Pengairan, Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arso Utoro, saat dihubungi, kemarin, membenarkan ada anggaran senilai Rp 40 juta untuk pemecahan batu di Boto itu.

shs

Lowongan Pekerjaan
Staf IT Rumah Sakit Mata Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Anomali Ekonomi Indonesia

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Kamis (3/8/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Menarik mencermati kondisi perekonomian Indonesia selama tujuh bulan pada 2017 ini. Secara umum…