Jumat, 20 November 2009 14:53 WIB Internasional Share :

Afghanistan negara paling berbahaya untuk anak

Kabul–Delapan tahun sudah invasi pimpinan AS menggulingkan Taliban dari kekuasaan di Afghanistan. Negeri yang hingga kini terus dilanda peperangan itu merupakan tempat paling berbahaya di dunia bagi seorang anak untuk dilahirkan.

Demikian disampaikan badan anak PBB, United Nations Children’s Fund (Unicef) saat merilis laporan tahunannya, “The State of the World’s Children”.

Dikatakan bahwa Afghanistan memiliki tingkat kematian anak paling tinggi di dunia, yakni 257 kematian per 1.000 kelahiran. Selain itu 70 persen penduduk kekurangan air bersih.

Apalagi para gerilyawan Taliban terus melakukan serangan mereka di negeri itu. Akibatnya ketidakamanan menyebabkan sulitnya untuk melakukan program vaksinasi vital terhadap penyakit polio yang masih mewabah di negeri itu serta penyakit campak yang bisa membunuh anak-anak.

“Afghanistan saat ini tidak diragukan lagi merupakan tempat paling berbahaya untuk dilahirkan,” kata Daniel Toole, direktur regional Unicef untuk Asia Selatan seperti dilansir Reuters, Jumat (20/11).

Diimbuhkan Toole, sekitar 317 sekolah di Afghanistan diserang tahun lalu. Akibatnya 124 murid tewas dan 290 orang lainnya luka-luka.

“Kami telah menjumpai penurunan dalam jumlah anak yang pergi ke sekolah dan khususnya anak-anak perempuan,” tutur Toole.

Serangan militan yang dipimpin Taliban menargetkan sebuah guest-house internasional di Kabul bulan lalu. Serangan itu menewaskan lima staf asing PBB. Buntutnya, badan dunia itu mengevakuasi ratusan staf internasional dari Afghanistan selama beberapa pekan.

dtc/isw

lowongan kerja
lowongan kerja SD IST AL ALBANI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Ketahanan Psikologis Mencegah Pelajar Bunuh Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/6/2017). Esai ini ditulis Ahmad Saifuddin, dosen di Institut Agama Islam Negeri Surakarta dan Sekretaris Lakpesdam PCNU Kabupaten Klaten. Alamat e-mail penulis adalah ahmad_saifuddin48@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Pada Sabtu (3/6/2017) saya terkejut ketika membaca Harian…