Jumat, 20 November 2009 16:19 WIB Internasional Share :

600 juta warga India tak punya toilet


Mumbai-
-Di era modern ini ternyata ratusan juta warga India masih kekurangan toilet. PBB memperkirakan sekitar 600 juta warga India atau 55 persen warga India masih buang air besar di luar rumah.

Di kota bisnis India, Mumbai misalnya, rata-rata 81 orang memakai satu toilet bersama-sama. Hal itu dijumpai di daerah-daerah kumuh, tempat lebih dari separuh penduduk Mumbai tinggal.

Bahkan di beberapa tempat di Mumbai, angka rata-rata tersebut mencapai 273 orang. Bahkan angka rata-rata terendah masih 58 orang. Demikian menurut angka yang dirilis otoritas setempat seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (20/11).

Maka tak heran, merupakan hal biasa untuk melihat orang-orang sedang jongkok buang air besar di pinggir-pinggir jalan dan rel kereta api atau di sepanjang pantai. Ironis memang. Sebab Mumbai merupakan pusat bisnis India dan di sana pula sejumlah orang-orang terkaya di dunia tinggal.

PBB memperkirakan sekitar 600 juta warga India atau 55 persen warga India masih buang air besar di luar rumah.

Di Mumbai, pada Maret lalu otoritas setempat menyatakan ada 77.526 toilet di daerah-daerah kumuh dan dibutuhkan lagi 64.157 toilet. Saat ini pembangunan toilet yang masih dalam tahap pengerjaan hanya sebanyak 6.050 toilet.

Namun menurut laporan PBB, Mumbai Human Development Report 2009, yang diterbitkan awal bulan ini, meskipun toilet umum ada namun kebanyakan tanpa air mengalir, drainase ataupun listrik. Akibatnya toilet-toilet itu tidak higienis bahkan tak bisa digunakan.

Menurut Jack Sim, pendiri dan presiden World Toilet Organization (WTO), banyak yang harus dilakukan otoritas India untuk memperbaiki sanitasi. Mengingat toilet erat kaitannya pada kesehatan dan penyebaran penyakit seperti diare. Menurut UNICEF, 1.000 anak India berusia di bawah lima tahun meninggal setiap hari akibat diare.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…