Kamis, 19 November 2009 14:46 WIB News Share :

Ribuan buruh tuntut upah minimum setara KHL

Semarang–Ribuan buruh dari berbagai wilayah di Jawa Tengah, Kamis (19/11), menggelar aksi demonstrasi menuntut pemenuhan upah minimum kabupaten/kota tahun 2010 setara dengan angka survei kebutuhan hidup layak (KHL).

Aksi demo yang diikuti buruh dari Federasi Serikat Buruh Indonesia dan Serikat Pekerja Nasional tersebut digelar di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, di Jalan Pahlawan Semarang. Koordinator aksi Fajar Utomo menuturkan, keputusan Gubernur Jawa Tengah yang menetapkan upah minimum 35 kabupaten/kota dinilai tidak mempertimbangkan kesejahteraan buruh.

Hal itu, lanjut dia, terlihat dari pencapaian upah minimum 35 kabupaten/kota di provinsi ini hanya sekitar 91,73 persen angka survei kebutuhan hidup layak.Selain itu, kata dia, dari 35 daerah hanya tiga kabupaten/kota yang besaran upahnya sama dengan angka survei kebutuhan hidup layak.

Untuk itu, menurut dia, keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 561.4/108/2009 tentang penetapan upah minimum kabupaten/ kota tahun 2010 harus direvisi.Untuk itu, buruh mendesak gubernur menetapkan upah minimum seluruh daerah harus setara dengan angka survei kebutuhan hidup layak.

“Tuntutan upah minimum setara dengan 100 persen angka kehidupan hidup layak merupakan harga mati,” katanya.

Pelaksanaan demo menyebabkan arus lalu lintas di sekitar Jalan Pahlawan Semarang tersendat.   Selain itu, ratusan personel gabungan dari Kepolisian Wilayah Kota Semarang dan Kepolisian Resor Semarang Selatan diterjunkan untuk mengamankan aksi para buruh tersebut.
Ant/tya

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Guru Sejarah Melawan Intoleransi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (11/7/2017). Esai ini karya Nur Fatah Abidin, mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Sejarah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah ikbenfatah@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada Sabtu (8/7) lalu alumnus angkatan 1985 Pendidikan Sejarah Universitas Sanata Dharma Yogyakarta…