Kamis, 19 November 2009 14:35 WIB News Share :

Presiden ambil langkah konkret berantas mafia hukum

Jakarta–Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku gusar melihat adanya mafia di bidang hukum yang merusak rasa keadilan masyarakat sehingga akan segera mengambil langkah konkret untuk memberantasnya.

“Nanti kita rumuskan langkah konkrit seperti apa, langkah pengawasannya termasuk apa yang akan saya kendalikan (penanganan pemberantasan-red) langsung sebagai presiden. Saya melihat ‘feed back’ dari masyarakat luas, mereka menyambut baik,” kata Kepala Negara saat memulai rapat kabinet paripurna di Kantor Presiden Jakarta, Kamis.

Presiden menambahkan, bila langkah pemberantasan ini bisa berjalan dengan efektif tentu akan membawa manfaat yang sangat besar bagi masyarakat.

“Saya ingin dalam 100 hari langkah pemberantasan mafia dikaitkan reformasi hukum secara keseluruhan bisa berjalan efektif sehingga pada gilirannya rakyat akan merasakan bahwa kehidupan di bidang hukum semakin baik,” katanya.

Presiden Yudhoyono menambahkan, “Mereka yang menjalankan bisnis mafia itu (harus-red) tidak lagi punya kemewahan kebebasan atau tindakan apapun yang sungguh mengusik rasa keadilan dan mendatangkan kerugian bagi masyarakat luas.”

Seluruh menteri anggota Kabinet Indonesia Bersatu II hadir dalam rapat tersebut, demikian juga dengan Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, Jaksa Agung Hendarman Supandji serta Kepala BIN Sutanto.
Perkembangan global

Selain membahas pemberantasan mafia hukum, rapat yang dimulai pukul 13:15 WIB itu juga membahas mengenai perkembangan global di berbagai bidang sehingga setiap kebijakan yang diambil oleh masing-masing menteri dapat sesuai dengan kondisi global sehingga menguntungkan bagi Indonesia.

“Saya akan jelaskan perkembangan global tidak hanya di bidang ekonomi agar kita paham betul dengan demikian bawa manfaat yang nyata bagi rakyat kita dan masyarakat dunia,” kata Presiden.

Kepala Negara mengatakan semua kebijakan pemerintah bisa dijalankan secara seksama dan bila terkait dengan internasional, sudah memiliki pemahaman yang baik sehingga Indonesia bisa jadi memetik keuntungan penuh dari kondisi global. Hal ketiga yang dibicarakan adalah terkait dengan agenda yang akan dibawa oleh Indonesia dalam konferensi PBB untuk perubahan iklim yang akan berlangsung di Kopenhagen, Denmark, Desember mendatang.
Ant/tya

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…