Kamis, 19 November 2009 14:50 WIB News Share :

Penyelidikan helikopter jatuh di Pantai Marina ditangani TNI AL

Semarang– Penyelidikan mengenai penyebab jatuhnya helikopter Badan SAR Nasional (Basarnas) di perairan Pantai Marina Semarang pada Rabu (18/11) sekitar pukul 10.10 WIB akan ditangani sepenuhnya oleh TNI Angkatan Laut.

Hal tersebut dikarenakan helikopter yang jatuh diregistrasi sebagai helikopter milik TNI dan dioperasikan oleh TNI Angkatan Laut. Demikian kata Kepala Humas Badan SAR Nasional Pusat, Gagah Prakosa disela-sela proses pengangkatan bangkai helikopter di Semarang, Kamis (19/11).

Proses pengangkatan bangkai helikopter ini sendiri dilakukan sejak pagi oleh tim gabungan dari Tim SAR Daerah, Tim SAR Nasional, dan TNI Angkatan Laut.

Menurut rencana, pengangkatan bangkai helikopter dari dasar laut akan dilakukan dengan cara menggunakan pelampung yang diikatkan ke badan helikopter kemudian pelampung tersebut diisi udara agar bisa naik ke permukaan laut.

Gagah mengharapkan, proses pengangkatan bangkai helikopter tidak memakan waktu yang lama agar penyebab jatuhnya helikopter tersebut dapat segera diketahui.

“Semoga pada sore hari ini bangkai helikopter sudah bisa diangkat ke permukaan dan selanjutnya dibawa ke Pangkalan TNI Angkatan Laut,” ujarnya.

Hingga Kamis siang proses pengangkatan bangkai helikopter masih terus berjalan, beberapa bagian helikopter berhasil diangkat dan selanjutnya dibawa ke kantor Distrik Navigasi di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang menggunakan tiga kapal untuk diselidiki.

Tiga kapal tersebut adalah satu kapal dari TNI Angkatan Laut, satu kapal dari Badan SAR Nasional, dan satu kapal dari pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Sementara itu, adik kandung salah seorang korban helikopter jatuh Noer Isrodin (37) yang bernama Agus Basori (33) yang ditemui di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr.Kariadi Semarang mengatakan, kondisi kakaknya kini sudah mulai membaik dan sudah bisa diajak berkomunikasi.

“Kondisi kakak saya sudah mulai membaik dan memasuki masa penyembuhan,” katanya saat ditemui di depan ruang perawatan VIP B No.116 Paviliun Garuda RSUP Dr.Kariadi Semarang tempat kakaknya menjalani perawatan.

Ia mengatakan, kakaknya menderita luka di bagian pelipis sebelah kiri, bibir atas, dan mata mengalami bengkak dan berdasarkan diagnosa dokter tidak ditemukan luka dalam.

Ia menjelaskan, Noer merupakan salah satu anggota Badan SAR Nasional dari Jakarta yang sedang mengikuti pelatihan dasar bagi seluruh anggota Tim SAR sejak 6-26 November di Kota Semarang.

ant/isw

lowongan kerja
lowongan kerja PBF di sukoharjo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

senin 5 juni

Kolom

GAGASAN
Masuk SMK Dapat BMW

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (10/6/2017). Esai ini karya Sriyanto Danoesiswoyo, guru di SMKN 3 Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah sriyanto_ds@yahoo.co.id Solopos.com, SOLO —┬áTahun pelajaran 2016/ 2017 segera berakhir dan penerimaan peserta didik baru (PPDB) dengan sistem…