Kamis, 19 November 2009 22:29 WIB Boyolali Share :

Pemkab larang SKPD beli mobil dinas

Boyolali (Espos)–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali melarang satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di wilayah itu mengalokasikan anggaran pembelian mobil dinas untuk kantor pemerintah, kecuali bila mobil disiapkan untuk kepentingan pelayanan publik.

Hal itu merupakan salah satu upaya untuk menekan krisis anggaran dalam RAPBD tahun 2010. ”Untuk menghemat anggaran, salah satunya adalah dengan tidak mengalokasikan anggaran untuk membeli mobil dinas kantor pemerintah,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Boyolali, Daryono ketika ditemui wartawan di Boyolali, Kamis (19/11).

Namun demikian, Daryono menyatakan pihaknya tidak membatasi jika pembelian mobil dinas tersebut adalah untuk kepentingan pelayanan publik atau masyarakat. ”Mobil dinas ini boleh, misalnya untuk keperluan layanan kesehatan, seperti Puskesmas. Yang tidak perlu dianggarkan adalah mobil dinas untuk keperluan kantor pemerintah.” kata Daryono.

Namun saat disinggung tentang rencana Pemkab membeli mobil dinas bupati dan wakil bupati (Wabup) periode 2010-2015, Daryono mengatakan hal tersebut berbeda. Sebab, menurutnya, anggaran untuk membeli mobil dinas bupati dan Wabup telah dialokasikan sebelumnya di APBD Perubahan (APBDP) tahun 2008.

”Jadi pembelian mobil dinas bupati dan Wabup tersebut direalisasikan pada tahun 2008. Lagipula, kebutuhan mobil dinas bupati dan Wabup tersebut cukup penting mengingat mobil dinas yang lama kami nilai sudah tidak layak,” terang Daryono.

Sementara untuk kebutuhan program-program pembangunan, Daryono menegaskan Pemkab program pembangunan yang menyangkut kepentingan masyarakat tetap dapat dilaksanakan. Diakui Daryono, terjadi pemangkasan anggaran di tiap SKPD hingga sebesar 15% hingga 20%, menyusul melesetnya perhitungan Dana Alokasi Umum (DAU) dalam KUA PPAS (Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara).

sry

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…