Kamis, 19 November 2009 22:05 WIB Sukoharjo Share :

Pemkab bentuk tim khusus pantau hewan kurban

Sukoharjo (Espos)–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo khususnya Dinas Pertanian (Dispertan) telah membentuk tim khusus yang bertugas memantau kesehatan hewan kurban di 12 kecamatan.

Tim yang beranggotakan 13 orang itu ditugaskan secara intensif  Kamis (26/11) pekan depan. Kendati ke-13 orang tersebut baru ditugaskan pada H-1 Idul Adha, saat ini sejumlah staf Dispertan sudah memantau kesehatan hewan kurban sebelum masa pemotongan di sejumlah pasar tradisional maupun pengepul. Kabid Peternakan Dispertan Sukoharjo, Yuli Dwi Irianto, didampingi drh Ngatmini, mengatakan ada tiga sasaran pantauan yang dilakukan pihaknya.

Pertama, pasar tradisional khususnya Pasar Mojolaban yang selama ini menjadi sentra jual-beli hewan kurban, kedua pengepul hewan dan ketiga masjid. Mengenai pengepul hewan, Dwi menambahkan pihaknya menduga mulai bertambah jumlahnya seiring dengan semakin dekatnya Idul Adha.

Oleh sebab itu, pantauan intensif nantinya tidak hanya dilakukan di pasar-pasar tradisional, tetapi juga di pengepul. Berlanjut ketika Idul Adha tiba, imbuh Dwi, pantauan akan dialihkan ke sejumlah masjid, untuk mengetahui seberapa benar proses pemotongan serta kualitas daging kurban.

“Pantauan yang dilakukan terus-menerus untuk mencegah timbulnya penyebaran zoonosis atau penyakit dari hewan yang bisa menular kepada manusia. Meski selama ini penyakit-penyakit itu tidak pernah ditemukan, sepatutnya kami tetap waspada,” tegas Dwi, Rabu (18/11).

Mengenai penyakit yang sering diderita sapi namun tidak berbahaya, menurut Dwi di antaranya penyakit mata. Dengan meningkatnya jual-beli hewan kurban saat ini, Dwi berharap masyarakat tetap waspada agar bisa beribadah sesuai syarat yang ditetapkan agama.

aps

lowongan pekerjaan
Hotel Margangsa, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…