Kamis, 19 November 2009 20:33 WIB Boyolali Share :

Musim hujan, Pemkab intensif pantau daerah rawan banjir


Boyolali (Espos)–
Sejumlah kecamatan di Kabupaten Boyolali yang dinilai sebagai daerah rawan bencana dipantau secara intensif memasuki musim hujan tahun ini.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali, melalui Badan Kesbangpolinmas setempat mengedarkan surat edaran (SE) ke setiap kecamatan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap terjadinya bencana alam di masing-masing wilayah selama musim hujan tersebut.

Demikian dikemukakan Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Masyarakat Badan Kesbangpolinmas Boyolali, Sucipto ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (19/11). Melalui SE tersebut, Sucipto meminta setiap Muspika menyosialisasikan tentang kesiapsiagaan terhadap bencana kepada perangkat desa/kelurahan di masing-masing wilayah, serta mengerahkan personel Satlak untuk memantau setiap kondisi di lapangan.

“Terutama dari Kasi Trantib di masing-masing kecamatan, agar menyiagakan personelnya untuk melakukan pemantauan di lapangan. Sebab memasuki musim hujan ini sangat dimungkinkan terjadi bencana alam meskipun kapan terjadinya tidak bisa diprediksi,” ungkap Sucipto.

Berdasarkan peta bencana alam Badan Kesbangpolinmas Boyolali, Sucipto menyebutkan selama musim hujan ini, di sejumlah kecamatan di Kabupaten Boyolali rawan terjadi bencana alam seperti angin topan, tanah longsor, banjir dan gempa, termasuk bencana gunung Merapi. Untuk itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat senantiasa waspada.

“Tahun 2009 ini bahkan terdapat titik-titik rawan baru bencana alam di beberapa kecamatan, seperti Kecamatan Banyudono dan Kecamatan Sawit yang masuk menjadi daerah rawan banjir,” terang Sucipto.

sry

lowongan pekerjaan
Marketing dan Surveyor, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…