Kamis, 19 November 2009 19:28 WIB Sragen Share :

Lisus rusak seratusan rumah

Sragen (Espos)–Angin Puting beliung melanda dua desa di Kecamatan Tanon, Yakni di Desa Jono dan Padas, Rabu (18/11) pukul 14.00 WIB. Akibat peristiwa tersebut, selain merusak seratusan rumah warga juga menyebabkan satu warga mengalami luka berat.

Sejauh ini korban yang belakangan diketahui bernama Ny Saman, 79, warga Metuk, Padas masih dirawat intensif di Puskesmas 1 Tanon. Menurut penuturan Saman, 79, saat puting beliung melanda desanya, dirinya sedang berada di sawah. Sedangkan, istrinya berada di rumah.

Berhubung, kekuatan angin begitu kencang, rumah yang kerangkanya didominasi bambu tersebut tidak sanggup menahan, sehingga dalam waktu sekejap rumahnya rata dengan tanah. Parahnya lagi, saat rumahnya roboh, istrinya terkena reruntuhan bangunan.

Menurut Kades Padas, Soepomo puting beliung diakui sering melanda di daerahnya dalam dua tahun terakhir. Hanya, puting beliung yang terjadi dua hari lalu diakui menjadi yang terbesar dan sanggup meluluhlantakkan beberapa rumah warganya. Secara umum, jumlah rumah yang mengalami kerusakan mencapai 120 unit. “Di desa kami terdapat dua rumah yang rata dengan tanah, yakni milik Mbah Tumpuk, 75, dan Mbah Saman, 79, di mana keduanya berada di RT 13,” katanya.

Terpisah, Sekcam Tanon, Woto, terdapat tiga rumah warga yang mengalami rusak parah, yakni rata dengan tanah. Ketiga rumah tersebut milik Mbah Tumpuk, 75, dan Mbah Saman,79, keduanya warga Metuk RT 13, Padas, Tanon. Di samping itu, ada juga rumah warga di Margomulyo, RT 13, Jono, Tanon, milik Kismo Widakdo, 68, yang luluh lantak akibat terjangan puting beliung.

pso

lowongan kerja
lowongan kerja kosti solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Kebangkitan Ristek Olahraga

Gagasan ini dimuat Solopos edisi Kamis (6/7/2017). Esai ini karya Agus Kristiyanto, Guru Besar Analisis Kebijakan Pembangunan Olahraga di Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah aguskriss@yahoo.co.id.  Solopos.com, SOLO–Tema-tema kontemporer banyak yang berhubungan dengan refleksi menata potensi bangsa untuk meningkatkan…