Kamis, 19 November 2009 23:56 WIB Wonogiri Share :

Laporan tak kelar, 200 Lebih desa terancam tak dapat ADD


Wonogiri (Espos)–
Lebih dari 200 desa di Kabupaten Wonogiri hingga kini belum mencairkan dana alokasi desa (DAD) triwulan IV tahun 2009. Mereka diberi waktu sampai Sabtu (21/11) untuk menyelesaikan dan mengajukan surat permintaan pembayaran (SPP).

Jika sampai batas akhir yang ditentukan itu SPP belum juga diajukan, DAD triwulan IV untuk desa yang bersangkutan tidak akan bisa dicairkan alias hangus. Dengan demikian, program atau kegiatan desa itu juga tidak bisa dilaksanakan.
Kepala Bagian Pemerintahan Desa Sekretariat Daerah (Setda) Wonogiri, Sunarso, ditemui Espos di ruang kerjanya, Kamis (19/11), mengungkapkan dari 251 desa di Wonogiri, sampai kemarin, baru 33 desa yang sudah mencairkan DAD sampai triwulan IV.

Sebanyak sembilan desa masih dalam proses pencairan, sedangkan sisanya sebanyak 209 desa belum mengajukan SPP, bahkan ada yang baru mencairkan DAD triwulan III. Sunarno mengatakan lambatnya pencairan DAD itu disebabkan telatnya pembuatan laporan pertanggungjawaban, yang dipicu oleh budaya kerja yang kurang cepat menyelesaikan pekerjaan. Juga karena masih rendahnya kesadaran pemerintah desa bahwa merekalah, dan juga masyarakat, yang butuh pencairan DAD secepatnya.

“Kami sangat mengharapkan kepala dan perangkat desa lebih proaktif dan bergerak cepat dalam hal pencairan DAD ini. Begitu menerima pencairan dana, langsung dilaksanakan dan dibuatkan laporan pertanggungjawaban, kemudian langsung dilanjutkan dengan pengajuan SPP triwulan berikutnya. Tapi belum semua memahami itu,” ujar Sunarno.

Kasubbag Administrasi dan Kekayaan Desa Bagian Pemerintahan Desa Setda Wonogiri, Agus Mursito, mengungkapkan pada 2009 ini, Kabupaten Wonogiri menganggarkan DAD untuk 251 desa senilai Rp 18.041.330.000. Nilai DAD yang diterima tiap desa bervariasi antara Rp 57 juta sampai Rp 102 juta.

shs

lowongan pekerjaan
SOCIAL KITCHEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bersenang-Senang

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Sholahuddin, Manajer Penelitian dan Pengembangan Harian Solopos. Alamat e-mail penulis adalah sholahuddin@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini terjadi perubahan secara radikal pada lanskap ekonomi dan bisnis di Indonesia. Sektor bisnis konvensional…