Kamis, 19 November 2009 16:33 WIB Boyolali Share :

Empat bulan tidak digaji, buruh pabrik garmen mengadu ke Dewan

Boyolali (Espos)– Sejumlah buruh pabrik garmen CV Dinasti Bali Garmen (DBG) yang berlokasi di Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, mendatangi Kantor DPRD Boyolali, Kamis (19/11).

Mereka mengadukan nasib mereka kepada Komisi IV DPRD Boyolali lantaran sudah empat bulan terakhir ini belum menerima upah dari pihak menejemen perusahaan. Kepada Ketua Komisi IV DPRD Boyolali, Muh Basuni, Wakil Ketua Komisi IV, Sujadi dan beberapa anggota Komisi IV lainnya, para buruh pabrik garmen tersebut mengungkapkan semula tidak ada persoalan antara buruh dengan pihak manejemen. Pembayaran upah setiap pekannya berjalan lancar.

Namun sejak Juli 2009 lalu, terjadi permasalahan dengan terhentinya pembayaran upah kepada para buruh. Sejak itulah, persoalan antara buruh dan pihak manajemen perusahaan menjadi semakin rumit.

Puncaknya terjadi pada saat para buruh tidak lagi melakukan aktivitas kerja sebagaimana mestinya. Sebaliknya, berbagai upaya terus dilakukan agar pembayaran upah mereka yang terhenti sejak Juli lalu hingga sekarang direalisasikan. Menurut para buruh tersebut, mereka pernah membuat perjanjian dengan pihak manajemen perusahaan, bahwa upah buruh akan segera dibayarkan oleh manajemen. Namun hingga sekarang belum juga dipenuhi.

”Kami merasa heran mengapa upah kami tidak dibayarkan, padahal perusahaan tidak sedang bangkrut karena masih terus melakukan pengiriman produk dengan container,” ungkap salah satu buruh CV DBG, Sri, mewakili rekan-rekannya sesama buruh dalam pertemuan tersebut.

Seusai pertemuan dengan para buruh tersebut, Komisi IV DPRD Boyolali langsung mendatangi CV DBG untuk meminta keterangan dari pihak manajemen perusahaan. Namun sesampainya di lokasi pabrik, Komisi IV hanya bertemu dengan dua personel satuan pengamanan (Satpam).

sry

Lowongan Pekerjaan
Guest House Syariah Teras Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


2

Kolom

GAGASAN
Melawan Hoax Marketing

Gagasan Solopos, Jumat (3/2/2017), Ginanjar Rahmawan, dosen Bisnis dan Kewirausahaan STIE Surakarta yang juga mahasiswa S3 Community Development for SME’s UNS Solo. Beralamat email di rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO — Minggu lalu, 8 Januari 2017, masyarakat anti hoax mendeklarasikan gerakan melawan…