Kamis, 19 November 2009 13:36 WIB News Share :

Ekspor TPT Bangladesh ungguli Indonesia di pasar dunia

Jakarta–Bangladesh tak disangka sampai saat ini mengungguli kinerja ekspor tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia di pasar dunia.

Bangladesh mencatatkan kinerja ekspor yang positif di dua pasar utama yang sedang mengalami krisis yaitu AS dan Eropa sepanjang Januari-September 2009. Sedangkan banyak negara produsen TPT lainnya termasuk Indonesia mengalami minus.

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Benny Soetrisno mengatakan kinerja positif yang ditunjukan oleh Bangladesh tidak terlepas dari kemampuan negara miskin tersebut yang memiliki produk TPT yang kompetitif.

Beberapa faktor yang menopang daya saing produk TPT Bangladesh antara lain adanya kebijakan energi murah bagi rakyat dan industrinya karena sumber daya alam seperti gas digunakan sepenuhnya di domestik dengan tidak mengekspor.

“Ini berbeda dengan Indonesia, seperti PLN saja mau mendapatkan batubara saja susah karena diekspor,” kata Benny di Hotel Atlit Century, Jakarta, Kamis (19/11).

Selain memiliki keunggulan energi, di Bangladesh upah tenaga kerja relatif lebih murah ketimbang Indonesia. Ia menjelaskan upah minimum  (UMR) disana rata-rata mencapai US$ 40-50 per bulan atau hanya sekitar Rp 400-500 ribu per bulan.

Hingga Januari-September 2009 ekspor produk TPT Bangladesh ke AS masih surplus 4,7% atau mengungguli negara-negara raksasa tekstil seperti China, Vietnam, India, Meksiko, termasuk Indonesia dan lain-lain. Sementara untuk pasar Eropa, kinerja ekspor Banglades masih menunjukan angka positif bersama Vietnam dan China.

Berdasarkan data tahun 2008 ekspor produk jadi (garmen) Bangladesh menempati posisi ke-5 dengan nilai  US$ 10,29 miliar, atau menggungguli Indonesia yang berada diperingkat ke-8 dengan nilai US$ 6,28 miliar. Sementara untuk jenis produk tekstil Indonesia masih mengungguli Bangladesh yang menempati posisi ke-12 dengan nilai US$ 3,67 miliar, sedangkan Bangladesh di posisi ke-20 US$ 1,09 miliar.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
Carmesha Music School, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…