Kamis, 19 November 2009 14:02 WIB News Share :

Buntut di DO, mahasiswa Unmul bentrok dengan Satpam kampus

Samarinda–Demo mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (19/11) berakhir ricuh. Para mahasiswa terlibat bentrokan dengan petugas Satpam kampus.

Kericuhan itu berawal dari aksi para mahasiswa yang berunjukrasa di kantor rektorat Unmul. Para mahasiswa ini protes terhadap kebijakan kampus yang memberhentikan (DO) 66 rekan mereka.

Beberapa saat setelah berorasi, para mahasiswa berniat masuk ke dalam gedung rektorat. Namun keinginan itu dihalangi sejumlah satpam kampus.

Para mahasiswa tak mau menyerah begitu saja. Mereka tetap memaksakan diri masuk ke ruang rektorat. Aksi saling dorong antara mahasiswa dan satpam pun tak terhindarkan. Puncaknya, kaca pintu rektorat pecah akibat aksi saling dorong tersebut.

Hal tersebut menyebabkan satpam kampus Unmul beringas sehingga para mahasiswa pun kabur. Namun sial, lima di antaranya berhasil ditangkap dan diserahkan ke polisi. Para mahasiswa itu dituding sebagai provokator.

Aksi demo itu dipicu tindakan pihak kampus yang mengeluarkan 66 orang mahasiswa. Berdasarkan hasil evaluasi tahun akademik 2008/2009, para mahasiswa itu dinilai tidak layak melanjutkan studinya karena berbagai hal.

Para mahasiswa menilai, kebijakan kampus tersebut semena-mena. Terlebih keputusan itu tidak pernah disosialisasikan kepada mahasiswa yang bersangkutan.

“Kebijakan itu adalah kebijakan arogan dan tidak demokratis,” ujar Yakub, salah seorang mahasiswa.

Beberapa menit setelah bentrokan, suasana sempat mereda. Namun hal itu tidak lama berlangsung. Suasana kembali memanas akibat ulah provokastif dari pegawai rektorat yang berteriak-teriak saat melihat mahasiswa diwawancarai wartawan.

“Nggak usah banyak omong. Ingati wajah saya,” ujar pegawai itu dari jendela gedung Rektorat.

Namun beruntung, emosi para mahasiswa tidak terpancing. Mereka tetap berkumpul di halaman parkir rektorat.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….