Kamis, 19 November 2009 10:45 WIB News Share :

Boediono dukung reformasi Polri dan Kejaksaan

Roma–Perseteruan institusi penegak hukum tengah menjadi sorotan masyarakat. Tidak terkecuali bagi warga negara Indonesia (WNI) yang tengah menetap di Italia. Polisi dan Kejaksaan menjadi bahan pertanyaan, apalagi menyangkut rekomendasi Tim 8.

“Kejaksaan dan kepolisian harus memiliki tekad untuk memperbaiki dirinya sendiri, dan ini kita dukung. Reformasi secara keseluruhan di kepolisian, kejaksaan, KPK, lembaga peradilan, dan advokat saya sangat setuju. Sangat penting,” terang Wapres Boediono dalam silturahmi dengan WNI di KBRI di Roma, Italia, Rabu (18/11) malam.

Pertanyaan mengenai hal itu disampaikan Mudji Sutrisno, di mana dia mempertanyakan, bila rekomendasi Tim 8 tidak dilaksanakan akan menjadi batu ujian bagi pemerintahan.

“Saya kira Bapak Presiden mendukung reformasi di tubuh penegak hukum dan peradilan secara umum. Kita tunggu, mudah-mudahan kebenaran dan keadilan yang muncul,” terangnya.

Dia juga menyampaikan bila untuk mencapai kebenaran di Indonesia, tentunya memerlukan proses.

“Jalan antara kebenaran dan keadilan bukan suatu garis lurus, sedikit belok-belok, tapi menuju suatu kebenaran,” tutupnya. Dalam diskusi ini, puluhan WNI hadir di KBRI di Roma. Mereka tersebar di kota-kota di Italia

dtc/isw

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…