Kamis, 19 November 2009 18:45 WIB News Share :

Baku tembak di Bima, Brimob Polda NTB sita senpi rakitan


Mataram-
-Usai baku tembak antara warga sipil dengan aparat gabungan TNI dan polisi di perbatasan dua desa di Bima, NTB, aparat Brimob Polda NTB menyisir Desa Ngali dan Renda. Aparat menyita 10 senjata api (Senpi) rakitan. Namun dua pucuk senjata semi otomatis yang ada pada warga belum berhasil ditemukan.

“Penyisiran masih terus berlangsung. Sementara kami baru menyita sepuluh senjata api rakitan dari warga,” terang Kapolda NTB Brigjen Polisi Surya Iskandar di Mataram, Kamis (19/11).

Polisi yakin, dua senata api semi otomatis yang digunakan warga memberondong aparat TNI dan Polisi yang berpatroli adalah milik warga di dua desa berseteru itu.

“Sekarang di sini bukan lagi konflik. Tapi sudah seperti arena peperangan. Polisi akan bertindak tegas. Masalahnya warga sudah mulai menyerang aparat yang berseragam dan tengah menjalankan tugas,” tandas Kapolda.

Sementara hingga siang tadi, belum ada satu pun warga yang ditahan aparat kepolisian. Kapolda mengaku, ada satu warga Desa Ngali bernama Irfan yang ditangkap. Namun Irfan ditahan terkait kasus pembunuhan, bukan karena persoalan konflik berdarah antar dua desa.

Sejak tadi pagi, jalan raya yang melalui Desa Ngali yang sebelumnya diblokir warga menggunakan batu dan material lain, sudah mulai dibuka. Menyusul aksi baku tembak, Polisi kini kata Surya sudah mulai menguasai keadaan di dua desa berseteru itu.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
induktorindo, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…