Kamis, 19 November 2009 16:30 WIB News Share :

Antasari persoalkan rekonstruksi penyerahan amplop berisi foto Nasrudin

Jakarta–Rekonstruksi penyerahan amplop cokelat berisi foto korban Nasrudin Zulkarnaen dipersoalkan kubu mantan Ketua KPK Antasari Azhar. Sebab, Antasari merasa tidak pernah menyerahkan amplop itu kepada Wiliardi Wizar saat bertemu dengan Sigid Haryo Wibisono.

“Apakah ada dalam rekonstruksi itu penyerahan amplop dari saya kepada Wili atau pada waktu itu dari Sigid kepada Wili? Yang mana? ” tanya terdakwa Antasari dalam persidangan kasus pembunuhan Nasrudin di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Kamis (19/11).

Hal itu ditanyakan Antasari kepada Kanit III Jatanras Polda Metro Jaya Kompol Arief Setiawan yang menjadi saksi verbalisan (penyidik). Arief merupakan saksi kedua yang diperiksa dalam sidang hari ini.

“Saat itu Pak Antasari keberatan kalau dia yang menyerahkan,” jawab Arief sambil menghadap kepada ke arah Ketua Majelis Hakim Herry Swantoro.

“Dalam adegan rekonstruksi ada penyerahan amplop dari Sigid kepada Wiliardi. Tapi dalam BAP rekonstruksi, kami yang menyerahkan. Jadi kami menilai ada pembelokan fakta,” sahut Antasari.

Pengacara Antasari, Juniver Girsang menambahkan, Antasari memang menandatangani BAP tersebut. Namun, keberatan Antasari sebagaimana diungkapkan Arief tidak pernah dicatat oleh penyidik.

“Ini aneh,” kata Juniver.

Pengacara Antasari lainnya, Ari Yusuf Amir, lalu menanyakan kepada Wili yang duduk di belakang kursi Arief.

“Saudara saksi, pada waktu penyerahan amplop itu sebenarnya bagaimana? Apa betul Antasari yang menyerahkan? Atau Sigid?” cecar Ari.

“Dalam adegan itu, Saudara Sigid yang menyerahkan,” jelas Wili.

“Difoto tidak?” lanjut Ari yang dijawab “Iya” oleh Wili.

“Mohon dicatat majelis, foto itu tidak pernah dilampirkan dalam berkas (Antasari),” pinta Ari kepada Herry.

 

dtc/tya

lowongan kerja
lowongan kerja BMT DINAR MULYA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Ramadan di Kampung

Gagasan ini dimuat Harian Solopos, Kamis (15/6/2017), karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan perkotaan. Solopos.com, SOLO–Ramadan datang membawa ingatan nostalgia atas peristiwa hidup di kampung. Bertahun-tahun lalu warga kampung di Kelurahan Karangasem, Kecamatan Laweyan, Kota Solo,…