Rabu, 18 November 2009 19:13 WIB News Share :

Seorang warga tewas tertembak saat penggerebekan judi

Grobogan (Espos)–Kedatangan jenazah, Subagyo, 38, warga Dusun Plumbungan, Desa Jono, Kecamatan Tawangharjo yang tewas tertembak saat polisi melakukan penggerebekan perjudian di sebuah rumah di Depok, Jawa Barat, Rabu (18/11) disambut tangis keluarganya.

Jumilah, ibu korban dan Muryati adik korban histeris begitu peti mati berisi jenazah Subagyo diturunkan dari mobil jenazah yang membawanya dari Depok, Jabar datang sekitar pukul 13.30 WIB.

Sementara, Tia isteri korban mengaku akan menggunakan jasa pengacara untuk menangani peristiwa tewasnya Subagyo. Hal ini menyusul adanya informasi, proses penggerebekan tidak sesuai prosedur.

“Informasinya, tidak ada tembakan peringatan saat penggrebekan, suami saya langsung ditembak polisi,” ujar Tia, kepada wartawan begitu tiba di rumah duka di Desa Jono.

Kecurigaan isteri korban bahwa ada prosedur yang tidak beres dalam penggrebekan perjudian itu semakin kuat, karena menurut Tia, ketika ia hendak menengok jenazah suaminya, polisi menghalang-halangi.

Terpisah Sugeng, 35, adik korban didampingi Tamtama, perangkat desa setempat menjelaskan, mengenai peristiwa penggrebekan perjudian di sebuah rumah kontrakan di Depok yang akhirnya menewaskan kakaknya, ia tidak tahu secara pasti.

“Yang saya tahu, informasinya saat itu ada perjudian di sebuah rumah kontrakan yang melibatkan enam hingga tujuh orang, Selasa (17/11). Saat polisi menggerebek, kakak saya lari sehingga polisi melepaskan tembakan,” terangnya.

Larinya, Subagyo menurut Sugeng, karena kakaknya trauma dengan polisi karena sebelum kejadian pernah berurusan dengan polisi dalam perkara yang sama. Sehingga begitu digrebek langsung lari atau kabur.

Soal kejadian itu, Sugeng, mengaku keluarganya sudah bisa menerima hanya saja perlu ada penjelasan dari polisi mengenai kejadian sebenarnya. “Memang saya langsung menandatangani penyerahan jenazah karena ingin jenazah kakak saya bisa segera dibawa pulang untuk dimakamkan.

Kapolsek Tawangharjo, AKP Naryo AS mengatakan, pihaknya hanya sebatas mengamankan wilayah karena ada warga yang tewas. Sedang mengenai penanganan kasusnya itun menjadi wewenang polisi di Depok, Jabar.
rif

lowongan kerja
lowongan kerja Grains & Dough restaurant, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Kasus Klaten Mengingat Pejabat Pengingkar Amanat

Gagasan Solopos ini telah terbit di HU Solopos Edisi Rabu (4/1/2017). Buah gagasan Muhammad Milkhan, pengurus cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Klaten yang beralamat email di milkopolo@rocketmail.com. Solopos.com, SOLO — Predikat laknat memang pantas disematkan kepada para pejabat yang mengingkari amanat. Para pejabat…