Rabu, 18 November 2009 18:39 WIB News Share :

SBY kecewa keluarganya ikut di sebut-sebut dalam kasus Bibit-Chandra

Jakarta–Presiden SBY prihatin dengan muncul isu negatif tentang dirinya dan keluarganya seiring kemelut proses hukum Bibit-Chandra. Presiden memastikan akan mengambil langkah hukum terhadap pihak penyebar isu yang tidak berlandas fakta itu.

Hal ini dia sampaikan ketika membuka rapat kabinet terbatas tentang rekomendasi Tim 8. Rapat digelar di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (18/11).

“Jika secara formal ada yang mengangkat berita yang sama sekali tidak ada kebenarannya itu, cara yang lalu akan saya tempuh demi keadilan dan kehormatan saya sebagai Kepala Negara. Sekaligus tidak boleh kita memberikan toleransi pada pihak-pihak tidak bertangggung jawab,” ujar SBY.

Cara yang lalu sebagaimana SBY maksud adalah menempuh jalur hukum terhadap pihak penyebar kabar bohong. Langkah ini pernah ditempuh dalam kasus tudingan suap terhadap dua orang juru bicara kepresidenan dan pernikahannya sebelum menempuh pendidikan militer.

“Karena bagi saya sudah keterlaluan. Kalau tidak saya hadapi akan menimbulkan persepsi yang keliru pada masyarakat luas,” jelasnya.

Sebelumnya SBY menyatakan satu bulan terakhir ini dia terus mengikuti berbagai isu dan wacana masyarakat terkait kemelut proses hukum Bibit-Chandra baik lewat media massa, SMS, jejaring Facebook dan Blackberry. Gelombang pro dan kontra, hilangnya rasa kepercayaan dan kecurigaan yang muncul, bagi SBY sejauh ini masih dalam batasan yang wajar.

“Tapi saya prihatin ada rumor, desas-desus, berita  tidak jelas sumbernya yang menyangkut nama saya, bahkan ada keluarga saya. Yang itu sama sekali tidak ada kebenarannya, tidak ada menjadi ada,” kata SBY.

Namun lebih lanjut SBY menegaskan yang menjadi prioritas saat ini adalah pengambilan solusi cepat dan tepat menindaklanjuti rekomendasi Tim 8. Soal rencana langkah hukum terhadap penyebar berita bohong baik yang ditujukan pada pemerintah dan dirinya, pada saatnya nanti akan diselesaikan.

“Kita fokus dulu ke sini (kemelut proses hukum Bibit Chandra) harus kita selesaikan dengan rambu-rambu kebenaran dan keadilan sambil hentikan budaya buruk seperti ini,” sambungnya.

dtc/isw

Loading...

Kolom

GAGASAN
Karanganyar Makin Beradab

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (18/11/2017). Esai ini karya Imam Subkhan, Ketua RT 001/RW 019, Jaten, Karanganyar. Alamat e-mail penulis adalah imamsubkhan77@gmail.com.   Solopos.com, SOLO–Sepulang sekolah, anak mbarep saya, Nadhifa, yang sekarang duduk di kelas IV sekolah dasar di…