Rabu, 18 November 2009 17:09 WIB Haji,Internasional Share :

Puluhan jemaah haji RI berbekal visa haji konsul terlantar di Mekah

Jakarta–Sekitar 44 jamaah calon haji dari Indonesia terlantar di Makkah, Arab Saudi. Mereka bukanlah jamaah yang diberangkatkan dan dikoordinasikan oleh Departemen Agama (Depag). Mereka berangkat haji dengan menggunakan visa haji konsul, tidak seperti visa yang didapatkan para jamaah haji lainnya atau jamaah ONH Plus.

Salah seorang jemaah, Rabu (18/11), menceritakan Calhaj yang bersamanya sekitar 44 orang. “Mungkin jemaah seperti kami berjumlah sangat banyak, karena ada sebagian yang sudah berada di Madinah dan sebagian baru akan berangkat dari Indonesia,” kata dia, yang meminta namanya dirahasiakan.

Para jamaah ini diberangkatkan oleh travel berinisial PT NA dan PT AF. Mereka sudah terlantar empat hari di Makkah. Saat tiba di Bandara Jeddah lima hari lalu, mereka juga tidak dijemput oleh perwakilan seperti yang dijanjikan olah travel yang memberangkatkan mereka.

“Kami juga tidak dapat identitas dari maktab, tidak dapat hotel, tidak dapat makan, tidak ada guide,” kata dia berkeluh kesah. Travel telah mengingkari janji yang disampaikan kepada para jamaah. Padahal, tiap jamaah sudah membayar Rp 65 juta, bahkan ada jamaah yang membayar Rp 80 juta. Nominal ini setara, bahkan melebihi dari ONH Plus.

“Pihak travel menjanjikan jamaah mendapat hotel bintang 5 dengan pembimbing yang siap mendampingi, makan katering 3 kali sehari. Namun, kenyataannya, kami tidak dapat katering, tidak ada pembimbing sejak di Indonesia. Di airport, kami terlantar 15 jam, karena gak ada naqobah,” ujar dia.

Saat ini, para jemaah tinggal di Mekah di penampungan yang kurang layak. Penampungan mereka terletak di samping Hotel Ummul Quro.
 
“Yang memprihatinkan, para jemaah saat ini sudah tidak memegang uang, karena kemarin di airport kami terpaksa harus bayar naqobah 1.200 Riyal, yang seharusnya menjadi tanggung jawab travel. Ini kami lakukan, karena tidak perwakilan travel yang menjemput kami di airport,” ujar dia.

Di antara para jamaah yang terlantar ini, terdapat jemaah yang sudah berumur renta dan dari kampung yang tidak mengetahui ada modus pemberangkatan haji melalui visa haji konsul. Di antara mereka, terdapat salah seorang penulis buku best seller. Kini, para jamaah yang terlantar ini berharap ada bantuan dari pemerintah.

Pemberangkatan jemaah Calhaj dengan berbekal visa haji konsul ini sudah terjadi sejak lama. Visa ini dikeluarkan oleh konsul di Jakarta, tanpa ada campur tangan Depag. Ada ribuan visa yang diterbitkan konsul.

Dengan visa ini, Calhaj tidak perlu mendaftar ke Depag, karena visa ini diperjualkan di musim haji dan dipergunakan beberapa travel. Modus ini rawan penipuan, karena visa seperti ini tidak dilengkapi barcode seperti visa ONH plus via Depag.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
sales, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Generasi Milenial dan Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (14/11/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Baru-baru ini lembaga think tank yang bermarkas di Tanah Abang, Jakarta, Centre for…