Rabu, 18 November 2009 15:25 WIB News Share :

Prita Mulyasari kecewa dituntut enam bulan penjara

Tangerang–Prita Mulyasari terdakwa kasus pencemaran nama baik RS Omni Internasional mengaku kecewa pada Jaksa Penuntut Umum yang menuntutnya 6 bulan penjara. Prita yakin keadilan akan segera datang karena Tuhan tidak tidur.

“Saya serahkan ke kuasa hukum saya. Saya yakin Tuhan tidak tidur. Keadilan pasti ada jalan keluarnya,” kata Prita saat ditanya komentarnya soal tuntutan jaksa. Hal itu ia katakan di Pengadilan Negeri Tangerang, Jl TMP Taruna, Rabu (18/11).

Prita mengaku kecewa dengan tuntutan tersebut. Sebab, beberapa keterangan saksi di persidangan sebelumnya menyebutkan, yang ditulis Prita dalam email hanyalah keluhan, bukan pencemaran nama baik.

“Jaksa juga tidak melihat, banyak pihak yang mengatakan ini bukan pidana,” kata Prita.

Kuasa hukum Prita, Slamet Yuwono, menilai jaksa terlalu berlebihan dalam menangani perkara kliennya tersebut. “Bayangkan ada ribuan orang yang menggunakan email, bisa dijerat kalau seperti ini,” kata dia.

Mengenai tidak adanya inisiatif untuk berdamai yang menjadi poin memberatkan tuntutan Prita, Slamet membantahnya. “Soal insiatif yang dikatakan jaksa, dari kami sebenarnya sudah pernah ada inisiatif untuk berdamai,” ujar Slamet.

dtc/isw

lowongan pekerjaan
SMK CITRA MEDIKA SRAGEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….