Piknik gratis

18ahtenane

18ahtenaneKisah ngisin-isini ini terjadi Februari lalu ketika Lady Cempluk, Gendhuk Nicole, Jon Koplo dan Tom Gembus mengikuti seminar di sebuah hotel mewah di Yogya. Agar praktis dan ngirit biaya, mereka memutuskan naik KA Prameks turun di Stasiun Tugu lalu naik becak menuju tempat seminar.
Setelah seminar selesai, mereka bermaksud naik Prameks lagi, namun kali ini akan nyegat di Stasiun Lempuyangan agar bisa dapat tempat duduk, karena kalau naik dari Stasiun Tugu biasanya kereta sudah penuh.
Sambil menunggu kereta, mereka asyik bicara sampai-sampai tidak nggagas pengumuman lewat ”halo-halo” di stasiun. Begitu kereta datang, Cempluk dan kawan-kawan segera naik dan duduk di tempat kosong yang telah ditinggal penumpang sebelumnya. Di dalam kereta, mereka pun kembali ngecuprus gojeg hingga berhenti di Stasiun Tugu. Para penumpang lain yang mulai plerak-plerok lantaran terganggu ulah mereka tidak digubris. Demikian pula ketika ada pengumuman lewat pengeras suara yang berbunyi, ”Kereta api Prameks dari Solo Balapan menuju Kutoarjo segera diberangkatkan dari jalur 2.”
Mereka baru menyadari kesalahannya ketika kereta sudah diberangkatkan, namun kereta tidak bergerak ke timur melainkan berjalan ke arah barat. Merasa panik, mereka pun bertanya pada Pak Kondektur.
”Pak, keretanya nggak balik ke Solo lagi?” tanya Lady Cempluk.
”Ini Prameks tujuan Kutoarjo, Mbak. Yang tujuan Solo tadi Mbak harusnya tunggu sebentar lagi,” jawab Pak Kondektur.
Dengan kesal mereka pun terpaksa piknik ke Kutoarjo, lalu kembali ke Solo lagi dengan kereta yang sama. Meski tidak ditarik karcis alias gratis, tapi mereka tidak happy melainkan capek deeeh…  Kiriman Gantang Faqih Ulinnuha, Kelas VIIB SMP Al Islam 1 Solo, Jl Ponconoko, Nirbitan, Solo

Editor: | dalam: Ah Tenane |

1 Komentar pada “Piknik gratis”

  1. Umi
    19 November 2009 pukul 10:10

    Assalamu alaikum, trim sekali atas crita humornya tapi kok lama ga ada yang bisa membuat tertawa yang sampai membuat mengeluarkan air mata, crita berikut mungkin juga bisa menjadi pelajaran buat kita dan tertawa.

    cerita ini saya baca dari salah satu karangan Hamka rohimahullah, dahulu ada orang yang kaya raya naik kereta api dengan pakaian necis, pakai kaca mata berbingkai emas dan bersepatu kulit yakni berpenampilan seperti orang intelek, dia duduk di kursi kereta api sambil menenteng koran, tapi ternyata korannya terbalik yakni orang kaya tadi aslinya buta huruf dan menenteng koran hanya aksi saja. trim wassalam

Silahkan bergabung untuk diskusi

Email anda tidak akan dipublikasikan.

Iklan Baris

    No items.

Menarik Juga »