Rabu, 18 November 2009 19:44 WIB Sukoharjo Share :

Petani pakai pestisida nabati atasi sundep


Sukoharjo (Espos)–
Para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (KT) Ngesti Mulyo Desa Mojorejo, Kecamatan Bendosari mengantisipasi serangan hama penggerek batang atau hama sundep dengan membuat pestisida nabati.

Pemakaian pestisida nabati itu diprediksi tidak hanya mampu mengatasi hama sundep, tapi juga bisa menghalau serangan tikus dan ulat bulu. Regu pemberantasan hama dan penyakit KT Ngesti Mulyo, Diyun, mengatakan dalam mengatasi hama penggerek batang, selama ini para petani di wilayahnya cenderung tergantung pada pestisida kimiawi. Setelah mengetahui kelebihan pestisida nabati, dia dan petani lain akhirnya mulai beralih menggunakan obat alami.

“Dulu, apapun obatnya dan berapapun harganya, saya selalu berusaha membeli pestisida kimia untuk mengobati hama sundep. Tapi sekarang setelah tahu kelebihan pestisida nabati, petani di sini mulai praktik membuatya sendiri,” kata Diyun ketika dijumpai Espos di Mojorejo, Selasa (17/11).

Dia menjelaskan selain berkhasiat mengatasi hama sundep, tikus dan hama ulat, penggunaan pestisida nabati juga dinilai mampu menekan biaya produksi pengolahan tanaman. Apalagi, bahan-bahan pembuatan obat tersebut relatif mudah didapat. “Kalau pakai obat ini jauh lebih hemat, petani juga bisa praktik membuat pestisida nabati secara langsung.”

Petugas Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) atau Petugas Pengamat Hama Penyakit (PHP) Kecamatan Bendosari, Sukasdi, mengatakan cara kerja pestisida nabati dalam mengatasi hama sundep membutuhkan proses dua hingga tiga hari. Namun hasilnya, telur atau bibit penggerek batang bisa langsung mati membusuk sehingga tidak menetas.

Bahan-bahan yang dibutuhkan di antaranya laos, kunyit, cabai jamu, merica dan bawang putih yang ditumbuk halus dan diambil curahannya serta dicampur dengan tepung beras. “Adonan obat itu selanjutnya dibentuk tablet dan dikeringkan. Saat hendak dibutuhkan, baru dilarutkan dengan air satu tangki dan disemprotkan ke tanaman.”

ufi

lowongan pekerjaan
Kepala Produksi, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…